Puisi

Puisi-puisi Radja Sinaga

820 820 Radja Sinaga

dan jika pesan terakhirmu tak lagi biru
orangorang telah berhasil menghapusku
tapi mereka tak mampu
melenyapkan satu garis dari namaku

read more

Puisi-Puisi Muhaimin Nurrizqy

820 820 Muhaimin Nurrizqy

Bukan. Itu hanya Kampret dan kekasihnya yang
mati gosong terkepit di sela-sela trafo PLN.
Mati bahagia?
Bisa jadi.

read more

Puisi-puisi Wawan Kurniawan

820 820 Wawan Kurniawan

“mengada hanyalah bayangan yang ingin jadi matahari!”

read more

Puisi-Puisi Ilda Karwayu

820 820 Ilda Karwayu

kunang-kunang: pulang ke sarang
kembang-kembang: kelopaknya terbang
di tepi ranjang, kesadaranku ngambang

read more

Puisi-Puisi Yohan Fikri

820 820 Yohan Fikri

melihat seliter susu & sereal, lalu ragu
apakah susu & sereal tak pernah menyesal
setelah saling kenal?

read more

Puisi-Puisi Ikhsan Risfandi

820 820 Ikhsan Risfandi

Perempuan muda dengan senyap kata
           Akan mengantarmu ke sebuah resor
                     Di mana jala dan umpan cuma selingan.

read more

Puisi-Puisi Ananda Bintang

820 820 Ananda Bintang

Bahwa; “kematian…” ujarnya,
“adalah harum yang tak bisa dipadamkan.”

read more

Puisi-Puisi Giuseppe Ungaretti

820 820 Eka Ugi Sutikno

Siksaanku adalah
tidak untuk mempercayai diri
dalam keselarasan

read more

Puisi-Puisi Aprillia Ramadhina

820 820 Aprillia Ramadhina

Berjalan sendiri 
mencari sebelah kaki
untuk diselimuti
memburu sebelah sepatu
yang lebih baru

read more

Puisi-Puisi Fatah Anshori

820 820 Fatah Anshori

Kabut dan berita pagebluk
Pohon-pohon memerah
Sungai dan jalan setapak
Retak-retak. Dan waktu
Yang menggantung di
Balik punggung adalah
Kepompong tua berdebu.

read more