Buku

Rubrik  BUKU menyajikan resensi dan kajian buku-buku sastra Indonesia dan dunia.

Idayu, Galeng, dan Habib Palsu

820 820 Heri Maja Kelana

“Ampuni sahaya, Tuan Sayid. Jangan dekati sahaya, dan jangan masuk rumah sahaya.” Syahbandar itu tertawa senang maju selangkah. “Apa lagi yang kau tunggu-tunggu, Permata?” “Suami sahaya, Tuan Sayid. Tidak lain…

read more

Hal Ihwal tentang Hidup

820 820 Dede Ilham Sugiarto

Resensi Kumpulan Kalimat Demotivasi

read more

Literasi: Dekat, Tapi Tak Tersentuh

820 820 M. Aden Ma'ruf

Literasi di Indonesia barangkali kata yang dekat, tapi sulit tersentuh. Seperti buku yang telah dibeli sejak lama dan belum akan dibaca—mungkin tidak pernah sama sekali. Sesering apapun pidato, seminar, dan…

read more

Perginya Seekor Burung: Kumpulan Puisi untuk Kalangan Indie

820 820 Ilda Karwayu

Istilah indie yang awalnya dikenal sebagai sebuah gerakan ideologis pada industri musik, kini telah banyak mengalami pelebaran ruang. Akibatnya, ia terseret jauh dari akar makna dirinya. Namun kita tidak sedang…

read more

Cinta-Cinta yang Ambyar

820 820 Anwar Holid

Men Without Women ialah buku kumpulan cerpen karya Haruki Murakami, penulis Jepang yang paling dieluk-elukkan saat ini. Aslinya rilis tahun 2014, edisi bahasa Inggris buku ini terbit tiga tahun kemudian.…

read more

Memegang Ucapan Lelaki Dalam Hari Terakhir di Rumah Bordil

820 820 Ratna Ayu Budhiarti

Begitu novela Hari Terakhir di Rumah Bordil karya Bode Riswandi sampai di tangan saya, tentu bersegera saya membaca halaman terakhir, dan menemukan kalimat-kalimat yang rasanya tak asing. Seperti déjà vu,…

read more

Téater Murang-Maring

820 820 Lugina De

“Alus carpon téh, God. Ngan kawasna moal kahartieun ku nu maca mah.” Godi Suwarna leuwih tiheula nulis sajak ti batan carpon. Sajakna nu munggaran dimuat dina majalah Manglé, taun 1976,…

read more

Kopi dan Masa Lalu

820 820 Dian Hardiana

Hal-ihwal tentang kopi ini bisa ditelusuri jejaknya dalam Novel Babad Kopi Parahyangan.

read more

Semenakjubkan Apakah Puisi Itu, Willy?

820 820 Hasan Aspahani

Seberapa jauhkah jarak antara Ramadhan KH (1927) dan Willy Fahmy Agiska (1992)? Apa yang masih bisa menautkan “Priangan Si Jelita” (1956) dan “Mencatat Demam” (2018)? Saya ingin membandingkan keduanya dalam…

read more

Solanin: Menghadapi dan Berdamai dengan Penderitaan

820 820 Adhimas Prasetyo

Meiko Inoue, seorang karyawati perusahaan kelas dua di Tokyo terus berpikir, bagaimana bisa orang-orang dewasa tahan menjalani kehidupan yang membosankan, palsu, dan tanpa tujuan. Pikiran itu terus menghantuinya ketika ia…

read more