Puisi-Puisi Ricky Ulu
Publikasi ini merupakan bagian dari program “MTN Presentasi: Buruan.co 2026”, kolaborasi Buruan.co dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya
Atambua
Ada metafora yang berwarna
dengan menyimpan pot bunga
di pingggir jalan sebagai tanda
kematian
sementara singgah di situ
memakai senyum orang
yang kita kenal
lalu ia menyembunyikan rahasia
dan makna
nasib manusia dalam
usus ayam merah yang dipotong
di atas batu pemali
dan kita, kita cukup menafsir
Atambua dengan sebotol habuck
dan sepotong lagu franky
memang dukaku duka yang bisu
Kenapa Kita Tak Pernah Menulis Atambua sebagai Puisi
Kenapa kita tak pernah menulis Atambua sebagai puisi padahal metafora yang hijau dan memanjang di dua jalur nenuk sudah disiapkan ketika kita pulang nanti atau ketika kelak kita harus pergi?
Untuk yang pergi, mereka tahu lengan yang memeluk adalah dua jalur nenuk yang memendam harapan menghijau
Untuk yang pulang, selalu ada debar yang memanjang di dua jalur nenuk, rumah seperti apa yang akan menyambutnya.
Kenapa kita tak pernah menulis Atambua sebagai puisi padahal kita saling memeluk, berbagi harum keringat di awal lagu dansa ketika kota ini berpesta setiap jumat malam?
Untuk yang berdansa, mereka tahu ada debur laut yang kuat ketika dua tubuh menyatu dalam irama yang memelan.
Untuk yang berkeringat mereka tahu ada gejolak purba dan dendam yang mengkilat bersembunyi di setiap irama kijomba.
Kenapa Atambua tak pernah jadi puisi padahal kita berani menahan laju oto-motor hanya karena mengarak patung seorang perempuan?
Untuk yang mengarak mereka percaya keberanian dikasih lebih untuk mereka yang mencintai perempuan sepenuh puisi
Sementara kita selalu percaya Atambua adalah perempuan yang menjadi puisi.
Kenapa kita tak pernah menulis Atambua sebagai puisi padahal kita bisa jujur tentang luka dan air mata di depan dua botol habuck?
Untuk yang menangis mereka tahu Atambua adalah sapu tangan dan mereka yang jujur percaya dua botol habuck adalah teman yang menyimpan rahasia.
Di Akhir
:uk
Berapa dosis yang pas
untuk menyembuhkan
usia yang menggigil ketika
waktu adalah dingin angin
utara dan harapan adalah kain
panas yang kautarik buru-buru?
Kau tak cukup hanya membawa
rapalan syair di depan batu pemali
sementara bunyi mangkok
bakso sudah cukup menghangati
doa-doa memakai masalah
masing-masing
Bacalah kitab dalam bahasa tua
tentang Tuhan yang gemetar
mendapati usia tak lebih dari
isi cawan yang hampir kosong
katamu, tepat saat lambung
yang ditikam mengalirkan
sebuah anak sungai yang
menunjuk ke mana sejarah
akan membawa semuanya
Lalu kau masih bersengketa
tentang usia atau kemalangan
yang harus usai terlebih dahulu?
Kau tertawa di akhir
Puisi ini, “dasar anak muda!”
meninggalkan gigil usia
dipanasi
doa-doa kami yang gemetar
Pulang
:Bastian
Izinkanlah, izinkanlah
kami menulis rumah
dengan pulang-
pulang kami yang
penuh
hutan
aroma sirih pinang
air pamali
rumput tikam kaki.
Mama tunggu
depan pintu dengan
air mata tatahan
waktu lihat kami
lari lompat dalam
puisi yang tulis
pelukan yang
terbuat dari
malam
tanpa tembakan
Tetapi kami tetap
akan menyanyi dengan
marah yang meninggi,
kenapa kami harus pulang
ketika kami tak pernah
pergi dari ini tanah,
kenapa kami harus
pulang ketika pulang
berarti pergi ke puisi
lain yang asing
tanpa hutan
aroma sirih pinang
air pamali
rumput tikam kaki
dan hanya ada negara,
negara yang penuh
curiga?
Laki-laki yang Jatuh Cinta di Atambua
Cinta adalah luka-luka
Yang kau sembunyikan
Hanya supaya ciuman terasa
Putih
Dan pelukan beraroma hujan
Padahal kau harus memakai
Jaket yang tebal seolah maaf
selalu memanjang dan bisa
Menghangatkan cekdam kecil
Di sudut matamu
Cinta adalah air mata
Yang kau simpan rapat-rapat
Supaya tertawanya terdengar nyaring
Dalam puisi yang berusaha mati-matian
Menulis itu sebagai knalpot racing
Bocah nakal setiap malam
Cinta adalah pertanyaan-pertanyaan
Yang kau jawab sendiri dengan dua
Kepal tangan selalu menumbuk
Dadamu sebab ketika mencintai
Laki-laki tak harus bersuara meninggi
Lalu kau menjadi rahasia
Dan takut-takut sebab kau bisa kalah
Kalau menjadi berani
Ketika mencintai perempuan di kota ini

