Fb. In. Tw.

Puisi-puisi Irsya Lindy Afifa

Ujung

Tanganku terulur
Menadah syair seperti air
Mengalirlah dari sela

Lalu sampaikan
Pada ujung horizon biru

“Sudikah dirimu bertemu?”

Sebab, tanganku sudah tak mampu
Kata-kata, semoga tiba padamu

 

Denyut Nadi

“Lalu denyut nadimu tercipta dari apa?”

Kala itu, tangan tertaut
Tuan bertanya, saya tertawa

“Menurut Anda?”

Tuan bingung, saya menunggu
Sedikit malu

“Tidak tahu.”

Kening mengerut, mata tetap terpagut
Dan aku balik bertanya

“Apakah aku, Tuan, sebab dari segala denyutmu?”

 

Di Depan Teras Rumah

Di depan teras rumah, bisakah kita sembunyi?
Obrolan tanpa arti
Pelukan berarti

Melihat halaman rumah
Kita hanya menangis
Diam-diam membayangkan tak jadi manusia
Seperti bunga? Atau kura-kura?

Di depan teras rumah, bisakah kita sembunyi?
Di dalam rumah, tak ada yang berarti
Di luar pintu, tak ada yang kita tahu
Adakah yang abadi?

Seorang perempuan pelajar Kelas XII di SMAN 1 Sambas, Kalimantan Barat. Ia punya cita-cita punya banyak uang, biar bisa beli nasi goreng sama abang-abangnya.

Comments
  • Ridha Sabda

    aaaa keren adikkuh yg cantik dan cerdas ❤️

    30 Maret 2023

Sorry, the comment form is closed at this time.

You don't have permission to register