Fb. In. Tw.

MIWF 2023 Hadirkan ‘Faith’ sebagai Semangat Kolektif

Makassar International Writers Festival (MIWF) kembali digelar tanggal 8-11 Juni 2023 di Fort Rotterdam, dan beberapa lokasi lainnya di Makassar, dengan pilihan tema: ‘Faith’.

‘Faith’ hadir sebagai pintu yang dipercaya dapat membuka ruang percakapan tentang agama, kepercayaan, nilai, dan tujuan hidup manusia. Tema tersebut tak sebatas membicarakan peran agama dan kepercayaan yang dipegang manusia ketika menghadapi masa sulit–seperti ketika seluruh dunia dihantam oleh pandemi. ‘Faith’ menawarkan perspektif untuk membangun harapan, daya tahan, dan menciptakan keseimbangan untuk menemukan makna, secara individu maupun kolektif.

Lily Yulianti Farid, selaku direktur dan pendiri MIWF, telah mewariskan ‘Faith’ sebagai nilai yang selama ini ia yakini untuk dunia literasi, dan kerja-kerja kecil yang ia lakukan untuk memberikan nilai besar bagi siapa pun yang mengerjakan literasi sebagai panggilan. Ia juga meninggalkan warisan ‘Faith’ sebagai metode kerja dengan semangat kekeluargaan dan kesadaran untuk terus melakukan kontribusi terhadap perjalanan MIWF di tahun mendatang.

Sejalan dengan itu, lebih dari 60 penulis akan hadir di MIWF tahun ini untuk memperbincangkan ragam gagasan dan wacana terkini seputar masa depan kerja-kerja perbukuan, di antaranya: arus deras artificial intelligence (AI), dan urgensi agen buku sastra. Selanjutnya, ruang untuk kembali memperbincangkan perjalanan reformasi–yang tahun ini menginjak 25 tahun–pun akan dihadirkan di MIWF. Kita akan membaca ulang reformasi dengan mendekatinya melalui ‘dream, discovery, dan identity’.

Project Placemaking: Kota 15 Menit
S
elain itu, MIWF 2023 mengusung sistem ‘project placemaking: kota 15 menit’, di mana ruang-ruang diselenggarakan di beberapa titik lokasi yang masing-masing dapat ditempuh 15 menit berjalan kaki. Ruang yang mengadopsi konsep “Kota 15 Menit” – yang seluruh kebutuhan literasi baca tulis warga dapat dijangkau dengan berjalan kaki: toko buku, perpustakaan komunitas, dan ruang diskusi.

MIWF 2023 hendak mengajak masyarakat menciptakan ruang festival bersama-sama. Meski ruang yang diciptakan ini bukan permanen dan hanya dinikmati bersama selama 4 hari, tapi pengalaman ini akan menjadi penting buat kita semua untuk merasakan bagaimana sebenarnya makna ruang tinggal dan beraktivitas yang nyaman dan berpihak pada lingkungan dan rakyat kebanyakan. Selain ruang-ruang diskusi, MIWF 2023 juga akan mengadakan beberapa peluncuran buku para penulis Indonesia, pameran seni rupa, dan pemutaran film. Ada pula sejumlah workshop intensif yang tak kalah menariknya untuk diikuti bersama penulis secara intens.

MIWF merupakan festival penulis yang diselenggarakan oleh Rumata’ Artspace sejak 2011. MIWF meraih penghargaan International Excellence Award sebagai festival

sastra terbaik 2020 dari London Book Fair. MIWF adalah festival penulis internasional pertama dan satu-satunya di Indonesia Timur, yang dikerjakan secara independen, menjunjung HAM, bersifat anti-korupsi, inklusif, dijalankan sebagai kegiatan nir-sampah (Zero Waste) sejak 2019 dan mendeklarasikan diri sebagai festival yang menentang all-male panel sejak Maret 2020.

Salah satu orientasi MIWF ialah membuka akses dan memberi ruang bagi penulis-penulis muda Indonesia Timur untuk berjejaring dengan para penulis lainnya, pembaca, dan penerbit, melalui program Emerging Writers. Dan, tahun ini terpilihlah lima nama sebagai Emerging Writers MIWF 2023: Alliurridha dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Ajeng Mawaddah dari Gorontalo, Mawan Belgia dari Sulawesi Barat, Nurul Fajri dan Nur Inayah Syar dari Sulawesi Selatan.

Info lengkap tentang MIWF dapat mengunjungi www.makassarwriters.com dan dapatkan update program MIWF melalui Instagram dan Twitter @makassarwriters

Narahubung:
Ilda Karwayu (+62 822-3548-3610)

Media untuk Berbagi Kajian dan Apresiasi.

You don't have permission to register