Borges dan Kisah-kisah Ajaib

820 510 Reigina Fanindika Putri

“Tanpa Borges novel Amerika Latin modern sama sekali takkan pernah ada.”
-Carlos Fuentes-

 

Jika kita tergolong penikmat sastra dunia, maka tidak ada salahnya untuk melirik kumpulan cerpen Borges yang diterjemahkan oleh Lutfi Mardiansyah, Parabel Cervantes dan Don Quixote. Melalui buku ini, kita sebagai pembaca dituntut untuk mengikuti setiap cerita yang tentunya akan memberikan kesan yang menarik dan beragam. Dibuka dengan cerpen pertama “Zahir”, Borges dengan sengaja mengartikan kata zahir dengan makna yang berbeda-beda dari segala penjuru di dunia.

”Pencarian Averroes”, cerita kedua dari karya agung seorang penulis kelahiran Buenos Aires, Argentina, 24 Agustus 1899, ini memberikan gambaran dari perspektif agama mengenai karya sastra, melibatkan pula antara tragedi dan komedi. Judul lainnya yaitu “Aleph”, “Kitab Pasir”, “Yang Lain”, “Simurgh”, “Bahamut”, “Burak”, “Uroboros”, “Legenda”, “Cermin Terselubung”, “Harimau Impian”, “Alur”, “Suatu Masalah”, “Sekuntum Mawar Kuning”, “Argumentum Ornithologicum”, “Delia Elena San Marco”. Hal menarik yang ditemukan dalam beberapa judul tersebut ialah Borges kebanyakan membuat setiap cerita dengan tanpa terduga oleh pembaca. Seperti yang telah disampaikan di atas tersebut bahwa Borges menuliskan setiap ceritanya dengan gayanya sendiri.

Dalam “Kitab Pasir”, cerita diolah dengan penyampaian yang beberapa kalimatnya bermakna tersirat. Diceritakan bahwa tokoh aku dan penjual Kitab Pasir saling menegosiasi berkaitan dengan kitab tersebut. Sebuah kitab yang bisa dibilang menjadikan siapa saja penasaran satu demi satu lembarnya, membuat tokoh aku menjadi hampir gila karena tak hentinya mencari tahu isi dari Kitab Pasir tersebut.

Dikisahkan pula mengenai “Bahamut”, seekor ikan yang dijelaskan dalam tradisi Islam dikatakan bahwa Tuhan menciptakan seekor ikan bernama Bahamut, dan di bawah ikan ini Tuhan menempatkan air. Hingga Borges membuktikan bahwa Bahamut sebagai pusat di atas segala hal yang lainnya dan menjadi bukti kosmologis adanya Tuhan. Borges sengaja membuat pembaca untuk memikirkan sendiri dari setiap kisahnya. Mencari tahu apa sesungguhnya Urobos itu. Memberikan pengetahuan mengenai sejarah lama yang terjadi di Babilonia tentang empat binatang yang disebut Haniel, Kafziel, Azriel dan Aniel.

Dalam kisahnya, Don Quixote bersama dengan Miguel de Cervantes memunculkan sebuah mitos yang menjadi awal-mula kesusastraan, sekaligus ujung-pangkalnya. Beda judul, beda kisah dan beda pula penafsirannya bahwa dalam judul yang lainnya yaitu Suatu Masalah diceritakan bahwa Don Quixote merupakan sebuah kisah tokoh pahlawan yang dari sekian keributan telah membunuh seseorang dan menjadi asing bagi dunia Spanyol bahkan dunia Barat.

Masih terdapat beberapa kisah ajaib dan hal-hal menarik yang bisa dikutip dari kumpulan cerpen Parabel Cervantes dan Don Quixote. Buku karya Borges ini cukup merangsang pikiran untuk memahaminya secara baik karena Borges membuat setiap ceritanya tak seperti cerita fiksi pada umumnya. Borges membuat setiap ceritanya seperti bercerita mengenai kisah perjalanan hidup. Jika tidak percaya, bisa coba baca sendiri dan temukan kisah perjalanan lainnya.[]

Data buku
Judul: Parabel Cervantes dan Don Quixote
Pengarang: Jorge Luis Borges
Penerjemah: Lutfi Mardiansyah
Penerbit: Gambang Buku Budaya
Cetakan: I, Maret 2016
Tebal: vi+131 hlm.
ISBN: 978-602-6776-17-4

Reigina Fanindika Putri

Reigina Fanindika Putri

Lahir di Bekasi, 11 Juni 1996. Saat ini tengah menjalankan studi di Bahasa dan Sastra Indonesia FBS-UNY angkatan 2014. Masih giat belajar menulis cerpen dan puisi.

All stories by:Reigina Fanindika Putri
Reigina Fanindika Putri

Reigina Fanindika Putri

Lahir di Bekasi, 11 Juni 1996. Saat ini tengah menjalankan studi di Bahasa dan Sastra Indonesia FBS-UNY angkatan 2014. Masih giat belajar menulis cerpen dan puisi.

All stories by:Reigina Fanindika Putri