Bisik

820 820 Cheyene Djema

Apa kau pernah merasa dipanggil seseorang yang tidak memiliki wujud? Apa kau pernah mendengar bisikan namamu dengan sangat jelas tapi saat kau menoleh ke kanan dan kiri sama sekali tidak ada siapapun di sana? Bahkan ketika kau tahu kau sendirian, kau tetap saja akan memastikan asal suara itu untuk sekadar menenangkan diri. Buang–buang waktu, tapi tetap dilakukan.

Dan di sini, di tempat ini dan detik ini juga, aku akan menjelaskan semuanya padamu. Aku tahu dari pancaran matamu yang menatapku kau terlihat sangat ragu. Mungkin kau berpikir aku hanya membual. Mungkin kau berpikir aku hanya orang kurang kerjaan yang kebetulan lewat dan berusaha lebih untuk menakuti–nakutimu. Sangat lucu pemikiranmu itu, karena aku tidak akan membicarakan omong kosong padamu, dan hanya kepadamu seorang!

Apa kau tidak heran kenapa aku ingin sekali menjelaskan fenomena ‘bisikan yang tak terlihat’ (atau apapun itu tergantung dari cara kau menyebutkannya) hanya kepadamu dari ratusan atau bahkan ribuan orang lain yang mengalami hal serupa? Karena aku sangat ingin menolongmu, ingin kau keluar dari bisikan yang kerap merisaukanmu. Jadi, tolong dengarkan baik–baik penjelasanku.

Pertama, apa kau sering mendengar teori kalau sebenarnya bisikan itu tidak nyata? Kau mungkin saja berhalusinasi atau otakmu senang mempermainkanmu. Mungkin saja kau kurang fokus, kurang tidur, atau beberapa hal omong kosong ‘mungkin’ lainnya. Tapi aku yakin, kau juga mendengar bisikan itu meskipun kau sedang sehat bugar, matamu menyala terang, dan tidurmu lebih dari 8 jam pada malam sebelumnya. Jadi, apa kau tetap yakin kau tetap berhalusinasi dalam keadaan seperti itu? Biar kuingatkan, berhalusinasi itu tidaklah mudah. Membuat ribuan orang berhalusinasi juga terdengar mustahil.

“Jadi, sebenarnya apa yang terjadi?” Tanyamu tidak sabaran. Sabarlah, sayang. Kebenaran itu butuh waktu lama untuk muncul ke permukaan, tidak secara tiba–tiba. Biarkan aku menyelesaikan perkataanku dulu dan dengarkan baik–baik kalau kau tidak ingin menyesal nantinya.

Kedua, bisikan itu sebenarnya dihasilkan oleh iblis untuk menjeratmu. Banyak sekali iblis di luar sana yang menunggu kesempatan untuk bisa memanipulasi atau bahkan merasukimu. Jika kau mengikutinya, maka tamatlah sudah. Iblis itu senang sekali membuat manusia mengikuti kemauan mereka. Tapi, bisikan tidaklah cukup. Bagaimana kalau sang target pura–pura tidak mendengarkan atau tidak berusaha mencari tahu asal suara? Iblis harus melakukan hal yang lebih daripada hanya membisikkan namamu saja. Sekarang kau tahu, bukanlah iblis yang memanggilmu sedari dulu.

Sekarang, mari kita beranjak ke momen kebenaran.

Ketiga, pernahkah kau percaya barang sedikitpun dengan teori yang mengatakan bahwa bisikan namamu itu sebenarnya berasal dari keluarga yang berusaha membangunkanmu dari koma?

Ayolah, jangan menatapku dengan pandangan skeptis. Kau pikir aku bercanda? Sudah kubilang, aku bukan orang kurang kerjaan, sayang. Aku di sini hanya untuk menyelamatkanmu. Kau pikir koma itu sama dengan saat kau tidur tapi dalam waktu yang sangat panjang? Kau salah besar, sepenuhnya salah.

Dalam keadaan koma, kau tidak akan bisa dibangunkan, beda jika kau sedang tidur. Tapi anehnya, kau masih dalam keadaan sadar (meski tidak sepenuhnya) karena otakmu masih berfungsi. Meskipun begitu, otakmu susah untuk merespons dan mengerti apapun.

Beberapa studi medis membuktikan bahwa indramu yang paling berfungsi saat itu adalah indra pendengaran. Pasien masih bisa mendengarkan suara dari keluarga mereka tapi belum bisa mencernanya dengan baik!

Kau tahu David Russett, pria berumur 60 tahun yang tersadar dari komanya setelah mendengar bisikan istrinya? Ya, dia sungguh beruntung bisa keluar dari dunia yang dibuat pikirannya sendiri dan kembali ke dunia nyata. Jadi, apa kau sekarang sudah percaya?

Bagus kalau kau percaya padaku. Sekarang, aku tinggal menjentikkan jariku dan kau akan mendengarkan bisikan namamu itu lagi. Jangan bingung mengapa aku bisa melakukannya. Ini semua terjadi dalam dunia khayalanmu saat koma, bukan? Pergilah. Ikuti asal suara itu dan kau bisa terbangun.

Kau mengangguk cepat dan mulai berlari menuju sumber suara. Di belakang punggungmu, tanpa kau ketahui, aku tertawa puas menertawakan kebodohanmu. Sudah kubilang, kau harus mendengar dengan baik, ‘kan? Sudah kubilang, kalau iblis membutuhkan cara lain selain bisikan untuk memanipulasi dan mengambil alih tubuhmu. Sudah kubilang, bukan?

Dengan sekejap mata, tubuhku berpindah tempat, menggantikan asal suara bisikan yang kau tuju.[]

Cheyene Djema

Cheyene Djema

Penulis adalah seorang siswi kelahiran 2 Juni 2001 yang sudah lulus dari SMA dan akan memasuki perguran tinggi. Hobi penulis ialah membaca serta menulis cerita bergenre misteri dan horor. Penulis favoritnya adalah Agatha Christie, Akiyoshi Rikako, Sir Arthur Conan Doyle, dan Enid Blyton.

All stories by:Cheyene Djema
Leave a Reply

Cheyene Djema

Cheyene Djema

Penulis adalah seorang siswi kelahiran 2 Juni 2001 yang sudah lulus dari SMA dan akan memasuki perguran tinggi. Hobi penulis ialah membaca serta menulis cerita bergenre misteri dan horor. Penulis favoritnya adalah Agatha Christie, Akiyoshi Rikako, Sir Arthur Conan Doyle, dan Enid Blyton.

All stories by:Cheyene Djema
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.