Menjadi Pemberani Ala Collete

820 462 Alfatihatus Sholihatunnisa

Pada satu waktu sekelebat ide mampir di kepala. Ada yang langsung menuliskan atau merealisasikannya, tapi lebih banyak yang membiarkannya menguap begitu saja.

Bagi Sidonie-Gabrielle Collete, perlu ada tekanan dan paksaan untuk menghasilkan sebuah novel—yang bahkan sangat berpengaruh pada masanya.

Baca juga:
Acatalepsy dalam Koleksi
Prenjak: Uang dan Alat Kelamin

Collete, perempuan dari Saint-Sauveur-en-Puisaye, sebuah desa yang terletak di Burgundy, Prancis. Pada usianya yang masih muda, ia menikah dengan seorang penulis terkenal dari Paris, Henry-Ghautier Villars atau lebih dikenal dengan nama Willy.

Willy dikenal sebagai penulis dan pengulas musik. Namun, tak banyak yang tahu bahwa sebenarnya ia mempunyai banyak ghostwriter.

Collete pada awalnya hanya membantu Willy dalam menulis surat-surat. Namun, dari sana bakat alami menulisnya terlihat. Willy kemudian meminta Collete untuk menulis sebuah novel, karya ambisius Willy berikutnya.

Willy mengritik habis-habisan novel pertama Collete yang berjudul Claudine à l’école. Sempat putus asa, akhirnya Willy memandu Collete menyempurnakan Claudine à l’école.

Novel tersebut kemudian diterbitkan dan sukses besar. Bahkan cerita Claudine diangkat ke panggung teater.

Willy pun semakin ambisius dan memaksa Collete untuk membuat cerita lanjutan Claudine. Willy harus sampai hati mengurung Collete di dalam kamar agar istrinya itu menulis. Collete akhirnya mampu menyelesaikan Claudine seri kedua, ketiga, hingga keempat.

Collete (2018) disutradarai oleh Wash Westmoreland yang sebelumnya sukses dengan Still Alice (2014). Collete merupakan film biopik penulis terkenal Prancis Sidonie-Gabrielle Collete.

Latar ceritanya terjadi pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Keira Knightley berperan sebagai Collete dan Dominic West sebagai Willy. Knightley memerankan Collete dengan penuh energi.

Namun, tak banyak yang istimewa dari aktingnya kali ini. Aksen britishnya sangat khas, tapi kadang membuat penonton terdistraksi dengan perannya yang lain. Dipadukan dengan West yang gagah dengan kumis dan janggutnya, membuatnya tampak sangar dan intimidatif. Representasi tokoh Willy yang keras dan ambisius.

Filmnya mungkin terasa datar dan agak membosankan di awal. Tipikal film-film dengan latar masa lalu yang pergerakannya terkesan lebih lambat.

Namun, semakin mendekati akhir, kita bisa melihat perjuangan Collete untuk lepas dari bayang-bayang Willy dan mendapatkan kembali haknya sebagai pencipta Claudine sesungguhnya.

Kisah cintanya yang rumit dengan perempuan juga tak hanya jadi sekadar bumbu cerita, tapi justru dari sanalah titik balik keberanian Collete muncul.

Kisah cintanya yang kontroversial dengan Missy (Denise Gough) membawa Collete pada petualangan-petualangan baru. Tak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk proses kreatif menulisnya.

Ia belajar pantomim dan tampil di banyak panggung. Lebih dari itu, ia mulai menulis kembali dengan kesadaran dan mencatatkan namanya sendiri pada karyanya.

Baca juga:
Room: Ketika Kita Terpisah dari Dunia
Belajar Pantang Menyerah lewat “The Revenant”

Menjadi berani seperti Collete tak mudah pada masa itu, terutama jika kamu seorang perempuan. Keberanian-keberanian yang terus digaungkan perempuan-perempuan masa kini; untuk berani bicara, berani berpendapat, berani beraksi, dan berani berkarya.

Collete membuktikan bahwa semua yang dipaksakan tak selamanya buruk. Menulis memang pada akhirnya harus terus dipaksakan, dilatih agar jadi sebuah karya yang menembus hati banyak orang.[]

Alfatihatus Sholihatunnisa

Alfatihatus Sholihatunnisa

Lahir di Subang, 9 Januari 1989. Pecinta film dan jalan-jalan. Bercita-cita mengunjungi Turki suatu hari nanti. Tinggal di Jakarta.

All stories by:Alfatihatus Sholihatunnisa
Leave a Reply

Alfatihatus Sholihatunnisa

Alfatihatus Sholihatunnisa

Lahir di Subang, 9 Januari 1989. Pecinta film dan jalan-jalan. Bercita-cita mengunjungi Turki suatu hari nanti. Tinggal di Jakarta.

All stories by:Alfatihatus Sholihatunnisa
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.