Memaknai Perjalanan Jesse dan Celine

702 336 Alfatihatus Sholihatunnisa

Pernah menonton film Before Sunrise (1995)?

Film tersebut diperankan oleh aktor Amerika Ethan Hawke dan aktris cantik Perancis Julie Delpy. Film drama romantis itu mengisahkan  pertemuan antara Jesse (diperankan Ethan Hawke) dan Celine (Julie Delpy) di trem yang mereka tumpangi.

Sebuah peristiwa dalam trem membuat mereka berbincang walau tak tahu nama masing-masing. Setibanya di Wina—tempat pemberhentian Jesse—keduanya tak ingin begitu saja berpisah. Turunlah Celine mengikuti Jesse mengitari Wina sampai esok pagi ia harus terbang kembali ke Amerika.

Pada perjalannya mereka semakin mengenal, memahami, dan akhirnya jatuh cinta. Di akhir film mereka berjanji untuk bertemu enam bulan kemudian di stasiun tempat mereka berpisah. Setelah itu film ditutup dan kita dipaksa menebak-nebak apa yang terjadi kemudian.

Ya, siapa yang tak ingin bepergian ke banyak tempat dengan kekasih? Setidaknya sebagian kecil bahkan mungkin besar menginginkannya. Menemukan perjalanan yang tepat seperti Jesse dan Celine tentu tak mudah. Pemaknaan seseorang tentang perjalanan tak selalu sama.

Tapi sesungguhnya perjalanan itu bukan hanya tentang mengunjungi dan mengamini keindahan suatu tempat saja. Perjalanan adalah bagian dari menemukan dan mengenal diri sendiri. Dari perjalanan kita tak hanya melihat diri, tapi juga dapat melihat bagaimana kehidupan orang lain berjalan. Banyak hal bisa dipelajari. Kebudayaan, tradisi, makanan tradisional, gedung-gedung bersejarah, cerita rakyat, dan masih banyak lagi. Setidaknya itu yang saya bayangkan. Menyatu dengan alam.

Film Before Sunrise yang saya ceritakan tadi menawarkan sensasi perjalanan yang menyenangkan. Kebetulan bersama dengan orang yang disukai. Toh, kadang sebetulnya perjalanan kadang juga indah dinikmati sendiri.

Meski adegan-adegan yang muncul terkesan membosankan karena hanya menampilkan percakapan-percakapan Jesse dan Celine yang menyusuri kota Wina yang indah, tapi sensasi yang sebenarnya yang ditawarkan Before Sunrise adalah menemukan orang asing yang menemukan dalam perjalanan sendiri kemudian menjadikannya perjalanan bersama. Kita akan mengenal sosok Jesse dan Celine yang sebenarnya. Sesuatu yang hampir jarang terjadi dalam kehidupan nyata.

Film Before Sunrise berlanjut hingga Before Sunset (2004) dan Before Midnight (2013). Keduanya merupakan sekuel perjalanan cinta antara Jesse dan Celine. Kita akhirnya tak lagi penasaran dengan akhir cerita cinta mereka, meski rilis film sangat berjauhan. Kita seolah melihat mereka tumbuh bersama usia dan kedewasaannya. Film yang membuat senyum-senyum sendiri

Film selesai, lalu kita bisa tentukan perjalanan kita sendiri. Selamat kepada yang sudah menemukannya.[]

Sumber gambar: theartofmakingart.wordpress.com

Alfatihatus Sholihatunnisa

Alfatihatus Sholihatunnisa

Lahir di Subang, 9 Januari 1989. Pecinta film dan jalan-jalan. Bercita-cita mengunjungi Turki suatu hari nanti. Tinggal di Jakarta.

All stories by:Alfatihatus Sholihatunnisa
Alfatihatus Sholihatunnisa

Alfatihatus Sholihatunnisa

Lahir di Subang, 9 Januari 1989. Pecinta film dan jalan-jalan. Bercita-cita mengunjungi Turki suatu hari nanti. Tinggal di Jakarta.

All stories by:Alfatihatus Sholihatunnisa
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.