Cinta-Cinta yang Ambyar

820 820 Anwar Holid

Men Without Women ialah buku kumpulan cerpen karya Haruki Murakami, penulis Jepang yang paling dieluk-elukkan saat ini. Aslinya rilis tahun 2014, edisi bahasa Inggris buku ini terbit tiga tahun kemudian. Berisi tujuh cerita dengan tebal 228 halaman. Hal itu mengisyaratkan bahwa cerpen-cerpen di buku ini berjenis long short-story yang menawarkan kompleksitas lebih dibandingkan cerpen biasa.

Terjemahannya enak dinikmati dan cukup mudah dipahami oleh orang dengan kemampuan English ala kadarnya kayak aku.

Pada dasarnya semua cerpen di buku ini mengungkapkan cerita-cerita cinta yang ambyar, hanya saja Murakami menuturkannya dengan memukau dan tidak cengeng. Mungkin cinta—bercampur rasa sayang dan nafsu—bukan sesuatu yang sederhana karena melibatkan pergolakan psikologi dalam diri seseorang. Anak remaja biasa bisa jadi merasa tak pantas mengungkapkan perasaannya kepada orang yang dia taksir entah karena; bingung, rendah diri, takut ditolak dan dicemooh, beda kondisi keluarga, sosial-ekonomi, dan lain sebagainya. Ketika masa menaksir itu lewat, bisa jadi dia sangat kecewa namun sulit melupakannya. Sehingga menjadi trauma yang bisa menjadi bahan obrolan seru bareng selingkuhan tentang perasaan waktu jatuh cinta pertama kali.

Pembaca akan merasakan betapa drama orang jatuh cinta, dibuai harapan, melayang-layang, putus cinta, terdorong hasrat seksual, dipermainkan nasib, berbunga-bunga, kekecewaan, dan kesepian, bisa begitu bergelora di dalam diri setiap orang yang mengalaminya. Jika ada orang bilang bahwa buku-buku Murakami adalah bacaan para sad boi, kumpulan cerpen ini sungguh mewakili.

Dari judulnya, kita bisa memperkirakan cerita-cerita tentang cinta atau perasaan laki-laki yang kandas, kecewa, dan kesepian. Bagaimana dengan wanita? Kurang-lebih sama. Dalam cinta, wanita bisa menjadi subjek, dominan. Dia bisa meninggalkan laki-laki demi orang lain, bahkan sesungguhnya dialah yang menentukan nasib hati laki-laki yang jatuh cinta kepadanya. Wanita punya kualitas yang bisa membuat laki-laki menemukan cinta sejati atau malah kehilangan arah seumur hidupnya.

Hidup laki-laki bisa berubah drastis begitu ada wanita yang mencintai atau mengkhianati dirinya. Contohnya yang dialami tokoh Kino. Begitu memergoki sang istri bersetubuh sama teman sekantornya, dia langsung pisah. Tanpa kompromi. Setelah itu dia berhenti kerja, pindah rumah, membuka kafe meski tak punya pengalaman, hanya berbekal kesukaan pada makanan dan jazz. Di kafe itu dia bertemu pelanggan wanita, sampai keduanya akrab. Waktu mereka bersetubuh, Kino sadar bahwa wanita ini korban sado masokisme. Berbagai peristiwa membuat jalan hidup Kino berubah sama sekali dibanding sewaktu dia menikah dahulu.

Dari cerpennya, Murakami memperlihatkan perilaku orang Jepang soal hubungan seks yang terbuka dan tanpa rasa berdosa (zina), masih punya sifat tradisional (percaya jimat dan takhayul), meski kita tetap bisa membedakan dengan tegas antara cinta, setia, dan nafsu seksual.

Cinta itu sebenarnya serius dan amat dalam atau ia ringan, biasa saja, bisa berubah karena sesuatu tanpa perlu disesali secara berlebihan dan baper? Mungkin di situlah bukti kemaestroan Murakami. Dia mampu menelusup pada kedalaman batin orang-orang yang terbuai cinta, mengungkapkan detil perasaan dan dugaannya, termasuk ketika mereka sedih, dendam, dan penasaran karena cinta.

Cerita-cerita Murakami membuat kita berpikir betapa orang-orang bisa terapung-apung hanya oleh satu sisi kemanusiaannya. Dia begitu enak memain-mainkan cipratannya. Kita merasakan ada esensi kehidupan dalam cerita-ceritanya. Bagi Murakami, menulis cerpen memberi kenikmatan tersendiri. Alih-alih seperti menanami hutan, menulis cerpen itu lebih mirip berkebun di taman. Keindahannya lebih mudah terasa.

Menamatkan Men Without Women segera mengingatkan aku pada Difficult Loves (Italo Calvino). Bila Difficult Loves seperti lebih menekankan pada sisi komunikasi dan praduga, maka Men Without Women cenderung menyelami perasaan dan nasib tokohnya sendiri.

Identitas Buku
Judul              : Men Without Women
Judul asl i      : Onna no inai Otokotachi (2014)
Penulis           : Haruki Murakami
Penerjemah : Philip Gabriel dan Ted Goosen
Penerbit        : Vintage, London, 2018
Tebal              : 228 halaman
ISBN                : 978-1-784-70537-4

Anwar Holid

Anwar Holid

Bekerja sebagai editor. Tinggal di Bandung.

All stories by:Anwar Holid
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.