Fb. In. Tw.

Twiries: Dunia Anak Kembar

Buku Twiries:The Freaky Twins Diares yang ditulis oleh Evi Sri Rahayu dan Evi Sri Rezeki unik untuk disimak. Baik Eva maupun Evi banyak membicarakan dunia anak kembar dari sudut pandang mereka berdua. Kekembaran mereka berdua cukup sulit dibedakan, seperti juga yang dikatakan Eva dalam buku ini. Apabila ada yang bertanya kepada mereka tentang perbedaan mereka, maka akan dijawab dengan sederhana. Perbedaan mereka adalah Evi belo-belo sipit kalau Eva sipit-sipit belo. Nah loh, kebayang gak, perbedaannya tipis banget!

Dunia anak kembar memang tidak semua orang tahu. Oleh karena itu, Eva dan Evi membahasnya untuk para pembaca yang ingin mengetahui dunia anak kembar. Menurut saya sendiri, setelah membaca buku ini, dunia anak kembar betapa ribet. Maksud saya, ribet dalam artian bukan sebenar-benarnya ribet. Namun bisa saja ribet ini karena dibuat oleh mereka sendiri.

Ketika masih kecil, mereka dikasih gelang yang berbeda untuk membedakan satu sama lain. Setelah gelang dibuka, keribetan pertama mulai terjadi. Anak harus bertanya “Ini Eva atau Evi?”. Pertanyaan seperti ini mungkin sudah terjadi jutaan kali. Kemudian muncul kalimat “belo-belo sipit dan sipit sipit belo”.

Kelucuan, kesedihan, serta kegembiraan juga sering muncul pada buku ini. apalagi ketika ada yang bertanya “Kenapa Eva lebih cantik daripada Evi?” atau sebaliknya. Saya membayangkan bagaimana perasaan satu diantara dua orang tersebut. Apabila saya sebagai pembaca, tentunya tertawa.

Kepolosan serta kejujuran yang diungkapkan oleh mereka menambah bumbu-bumbu estetik pada buku ini. Selain itu, Evi dan Eva telah terlatih menulis sejak lama sehingga buku ini enak untuk dibaca kapan saja. Bahkan sambil makan atau minum kopi di cafe yang ramai pun tidak masalah. Atau di sela-sela kemacetan, atau sebelum tidur, tidak menjadi persoalan. Yang tidak boleh dilakukan adalah membaca sambil gelantungan di pohon, itu membahayakan.

Karena buku ini dapat dibaca kapan saja dan di mana saja, tentunya buku ini memiliki materi yang sangat ringan. Ringannya materi pada buku ini bukan berarti buku ini kosong. Di atas, saya sudah mengatakan sedikit, bahwa apabila anda ingin mengenal dunia anak kembar maka baca buku ini.

Buku yang diterbitkan oleh penerbit de TEENS memiliki konten yang menarik. Entah ini konsep dari Eva dan Evi atau dari penerbit. Saya suka dengan buku personal literatur yang dibuat seperti ini. Tampilannya tidak membosankan. Terutama disisipi oleh komik-komik yang lucu. Padahal buku personal literatur biasanya membosankan yang isinya tidak menarik. Serta biasanya mengambil satu momentum yang lucu, sedih, bahagia, atau menginspirasi.

Pada buku Twiries ini berbeda, semuanya ngalir. Eva dan Evi tidak mengotak-kotakan momentum. Eva menulis dengan gayanya begitu pula dengan Evi. Pembaca yang akan menemukan momentum-momentum yang terjadi pada cerita mereka.

Anak kembar, biasanya paranoid dengan cermin. Apabila dihadapkan pada cermin, maka mereka akan GR (gede rasa) atau minder setelah mengarah pada wilayah fisik.

Evi: Aku lebih pendek dari kamu
Eva: Ya ampun Evi, kita cuma beda sedikit
Evi: Tetap saja aku lebih pendek!

Atau seperti ini

Evi: Ya, ya, ya aku lebih gendut!
Eva: Enggak kok, Cuma aku lebih kurus dikit
Evi: Sedikit? Tiga kilogram itu banyak, Eva. Memangnya kamu mau badannya segede aku?
Eva: Eeerrr

Masalah ini terjadi baru di depan cermin, bagaimana kalau di depan laki-laki. Tentunya seru cerita dua anak kembar ini.

Eva dan Evi memiliki teman yang berbeda, karena mereka kuliah di universitas yang berbeda. Mereka saling curhat hingga wilayah-wilayah yang kecil. Satu sama lain saling mengenal teman masing-masing. Apabila ada telpon dari teman atau kecengan salah satu dari mereka, sementara salah satu dari mereka malas menjawab. Maka akan terjadi tukar posisi.

Misal Evi dapat telepon tapi malas untuk menjawab. Maka Eva yang mengangkat serta mendengarkan apa yang dibicarakan oleh si penelepon tersebut. Pada wilayah tersebut si penelepon telah terjebak dalam Twin Evil. Eva mepelajari cara berbicara Evi demikian pula sebaliknya. Sehingga siapapun tidak akan menyangka bahwa yang mengangkat telepon itu adalah kembarannya.

Gaya bertutur Eva pada buku ini lebih halus dan santun, berbeda dengan gaya bertutur Evi yang nyeleneh. Apabila menulis adalah cerminan dari diri, maka saya memperhatikan kedua karakteristik pada buku ini bukan hanya dari cerita yang disampaikan oleh mereka saja. Melainkan dari cara mereka bertutur. Eva berbicara lebih ke dalam, sedangkan Evi ke luar dengan diperkuat oleh beberapa referensi.

Kedua orang ini memang tidak bisa dipisahkan, mereka memiliki karakter yang saling memperkuat satu sama lain. Mereka sudah membuktikan dengan menulis keroyokan buku ini. Sekarang pasangan kembar ini aktif di berbagai kegiatan, terutama kegiatan anak-anak kembar. Mereka patut menjadi inspirasi untuk anak kembar lainnya yang ingin membuat buku atau sekedar eksis.[]

KOMENTAR
Post tags:

Sekretaris Redaksi buruan.co. Lahir di Majalengka 14 Januari 1986. Kumpulan puisinya yang telah terbit "Lambung Padi" (2013). Pengelola Rumah Baca Taman Sekar Bandung.

You don't have permission to register