Cerpen

Mitos Bergandengan Tangan dan Sebuah Ciuman

820 820 Polanco S. Achri

Cerpen Polanco S. Achri didominasi alegori-alegori. Menceritakan mitos dalam bentuk yang samar-samar.

read more

TOK TOK TOK!

820 820 Taqin Majid

Malam. Terdengar bunyi ketukan. Satu suara bertanya, siapa? Satu suara menjawab, jaran. Satu suara bertanya, jaran? Satu suara menjawab, ya, jaran.

read more

Perbedaan

820 820 Fatimah Ar-Rahma

Gadis kecil itu sekali lagi berlari menerjang kertas putih polos. Rambut panjangnya kembali berkibar. Berombak dan melambai-lambai. Kaki kecilnya benar-benar sangat lelah, namun ia harus lolos dari kejaran dua ekor singa kelaparan di belakangnya.

read more

Hikayat Peminum Kopi

820 820 Muhammad Khambali

Hikayat tentang peminum kopi yang merasa hidup tak pernah adil.

read more

Nevermind 27

820 820 Kiki Sulistyo

Kurtiyah menerima kotak itu lalu setengah berlari masuk ke mobil dan kembali melaju. Terdengar raung gitar di belakangnya. Memang tak ada jalan lain. Jalan ini lurus, tanpa simpang dan tak kelihatan ujungnya.

read more

Lebih Senyap Dari Bisikan

820 820 Andina Dwifatma

Memasuki tahun ketiga, aku mulai pandai menerima nasib. Barangkali menjadi ibu memang bukan untukku. Mungkin Tuhan tahu aku akan menjadi ibu yang payah dan Dia mengasihani calon anakku sehingga mencarikannya rahim yang lain, rahim perempuan yang lebih pantas.

read more

Panggilan Dialihkan

820 820 Lamia Putri Damayanti

Sekarang, Nenek Opah sudah di sini, di bawah jembatan pada pukul empat sore dengan telepon genggam yang berdering berulang-kali.

read more

Sebelum Larut

820 820 Armin Bell

Hampir malam. Langit tertutup awan. Kael menemukan kotak kolekte di kolong tempat tidur mereka. Kael yakin seseorang menyembunyikannya di sana sebab kotak itu tak bersayap. Lelaki itu mafhum belaka beberapa…

read more

Hudaya

820 820 Edi Sutardi

Siang di Universitas Caringas. Hudaya berhadapan dengan Surya yang wajahnya tampak lebih terang dari matahari. Hudaya beberapa kali menunduk. Bukan takut. Cahaya matahari masuk ke ruangan menimpa kacamata Surya lalu…

read more

Ketika Hujan Datang

820 820 Armin Bell

Kau jengkel, sebab setelah seluruh kerepotan yang harus kau lalui dalam tiga puluh menit harus segera siap, hujan turun deras sekali. Kau tak jadi berangkat dan berarti kau telah dua…

read more