<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dedi Sahara &#8211; Buruan.co</title>
	<atom:link href="https://www.buruan.co/author/dedi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.buruan.co</link>
	<description>Media Sastra Independen</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Jan 2021 22:19:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.buruan.co/wp-content/uploads/2022/09/cropped-BuruanREBORN-32x32.png</url>
	<title>Dedi Sahara &#8211; Buruan.co</title>
	<link>https://www.buruan.co</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kegelisahan dan Kerinduan Pada Yang-Riil Dalam Kumpulan Puisi Kenduri Waktu</title>
		<link>https://www.buruan.co/kegelisahan-dan-kerinduan-pada-yang-riil-dalam-kumpulan-puisi-kenduri-waktu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dedi Sahara]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2019 02:36:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Buruan.co]]></category>
		<category><![CDATA[kenduri waktu]]></category>
		<category><![CDATA[lukman A Sya]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buruan.co/?p=11923</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kegelisahan selalu menghantui setiap diri manusia sepanjang hidupnya. Mungkin seseorang merasa gelisah karena adanya “sesuatu” yang mengancam dirinya atau adanya “sesuatu” yang dirasa hilang oleh dirinya. Dikatakan “sesuatu” di sini karena terkadang tak pernah terjelaskan; manusia bisa saja mendadak gelisah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co/kegelisahan-dan-kerinduan-pada-yang-riil-dalam-kumpulan-puisi-kenduri-waktu/">Kegelisahan dan Kerinduan Pada Yang-Riil Dalam Kumpulan Puisi &lt;i&gt;Kenduri Waktu&lt;/i&gt;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co">Buruan.co</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asal-usul Kesedihan ala Salinger sampai Dazai</title>
		<link>https://www.buruan.co/asal-usul-kesedihan-ala-salinger-sampai-dazai/</link>
					<comments>https://www.buruan.co/asal-usul-kesedihan-ala-salinger-sampai-dazai/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dedi Sahara]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Sep 2019 02:56:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Dazai]]></category>
		<category><![CDATA[Salinger]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buruan.co/?p=11919</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konon, Adam dan Hawa bahagia sebagai sepasang kekasih di surga sebelum mereka diturunkan ke bumi. Namun, kebahagiaan itu tak bertahan lama karena iblis menggoda keduanya untuk mencicipi buah khuldi. Tuhan pun murka karena keduanya dianggap melakukan dosa pertama. Tuhan mengusir [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co/asal-usul-kesedihan-ala-salinger-sampai-dazai/">Asal-usul Kesedihan ala Salinger sampai Dazai</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co">Buruan.co</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.buruan.co/asal-usul-kesedihan-ala-salinger-sampai-dazai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seandainya Pram Menyaksikan Film Bumi Manusia</title>
		<link>https://www.buruan.co/seandainya-pram-menyaksikan-film-bumi-manusia/</link>
					<comments>https://www.buruan.co/seandainya-pram-menyaksikan-film-bumi-manusia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dedi Sahara]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Aug 2019 00:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Pramoedya Ananta Toer]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buruan.co/?p=11882</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dua hari sebelum hari raya kemerdekaan, pada tanggal 15 Agustus kemarin, terbit film Bumi Manusia yang diadopsi dari roman pertama tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Film di bawah naungan Falcon Pictures dan disutradarai oleh sineas kondang Hanung Bramantyo [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co/seandainya-pram-menyaksikan-film-bumi-manusia/">Seandainya Pram Menyaksikan Film &lt;i&gt;Bumi Manusia&lt;/i&gt;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co">Buruan.co</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.buruan.co/seandainya-pram-menyaksikan-film-bumi-manusia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HAM Bukan Pangkal Permasalahan</title>
		<link>https://www.buruan.co/ham-bukan-pangkal-permasalahan/</link>
					<comments>https://www.buruan.co/ham-bukan-pangkal-permasalahan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dedi Sahara]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2019 23:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jeda]]></category>
		<category><![CDATA[gus dur]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Asasi Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[karl marx]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buruan.co/?p=11518</guid>

					<description><![CDATA[<p>Isu pelanggaran HAM bukan hal baru bagi sebagian masyarakat Indonesia. Para aktivis dan akademisi HAM masih konsisten menyuarakan isu tersebut. Dalam opini Nur Hidayat, #10YearsChallenge dalam Perjuangan HAM, dijelaskan bahwa kasus pelanggaran HAM masa lalu tidak pernah direspons serius oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co/ham-bukan-pangkal-permasalahan/">HAM Bukan Pangkal Permasalahan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co">Buruan.co</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.buruan.co/ham-bukan-pangkal-permasalahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Humor sebagai Superior Ironi atas Situasi yang Tak Menyenangkan</title>
		<link>https://www.buruan.co/humor-sebagai-superior-ironi-atas-situasi-yang-tak-menyenangkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dedi Sahara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2019 23:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[cerpn]]></category>
		<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buruan.co/?p=11434</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seorang Lelaki tomboy tengah berjuang mati-matian untuk mendapatkan kembali kejantananannya, setelah berpacaran dengan perempuan bernama si Mancung. Sang kekasih, si Mancung, membantu. Kemudian meminta Lelaki tomboy untuk datang ke rumah, bertemu ayahnya. Lelaki tomboy itu terkesima saat pertama kali bertatap [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co/humor-sebagai-superior-ironi-atas-situasi-yang-tak-menyenangkan/">Humor sebagai &lt;em&gt;Superior Ironi&lt;/em&gt; atas Situasi yang Tak Menyenangkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co">Buruan.co</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membaca A.S. Dharta: Sosok Revolusioner yang Romantis (Bagian 1)</title>
		<link>https://www.buruan.co/membaca-a-s-dharta-sosok-revolusioner-yang-romantis-bagian-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dedi Sahara]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2016 11:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Langkah]]></category>
		<category><![CDATA[AS Dharta]]></category>
		<category><![CDATA[buruan]]></category>
		<category><![CDATA[jejak langkah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buruan.co/?p=8069</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada mulanya tidak banyak yang saya ketahui tentang A.S. Dharta, dibandingkan dengan pengarang Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) lainnya seperti Agam Wispi dan Pramoedya Ananta Toer. Tentu saja, hal itu tidak terlepas dengan stigma buruk yang secara intensif dibentuk sepanjang sejarah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co/membaca-a-s-dharta-sosok-revolusioner-yang-romantis-bagian-1/">Membaca A.S. Dharta: Sosok Revolusioner yang Romantis (Bagian 1)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co">Buruan.co</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Barasuara: Makna Mana yang Kita Bela?</title>
		<link>https://www.buruan.co/barasuara-makna-mana-yang-kita-bela/</link>
					<comments>https://www.buruan.co/barasuara-makna-mana-yang-kita-bela/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dedi Sahara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2016 00:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Barasuara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buruan.co/?p=7455</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nietzsche pernah mengatakan bahwa, “Without music, life would be a mistake.” Ya, tanpa musik hidup hanyalah kekeliruan, bahkan kering. Betapa pentingnya peran musik bagi kehidupan kita ini. Sebab melalui musiklah kita bisa dibuat bersemangat dan berbahagia, bahkan melankolia akan masa lalu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co/barasuara-makna-mana-yang-kita-bela/">Barasuara: Makna Mana yang Kita Bela?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co">Buruan.co</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.buruan.co/barasuara-makna-mana-yang-kita-bela/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banda Neira Akan Luncurkan Lagu Terbaru di Festival Anti-Korupsi</title>
		<link>https://www.buruan.co/banda-neira-akan-luncurkan-lagu-terbaru-di-festival-anti-korupsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dedi Sahara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2015 02:12:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buruan.co/?p=7251</guid>

					<description><![CDATA[<p>Melihat kondisi di Indonesia hari ini memang membuat kita merasa jengkel, sedih, resah, nihil dan terkadang juga muak. Pokonya chaos gak jelas deh. Permasalahan yang gak pernah beres-beres itu seperti kasus korupsi, lapindo, sengketa tanah, ribut-ribut gak jelas di DPR, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co/banda-neira-akan-luncurkan-lagu-terbaru-di-festival-anti-korupsi/">Banda Neira Akan Luncurkan Lagu Terbaru di Festival Anti-Korupsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co">Buruan.co</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>R. Crumb, Bapak Komik Underground</title>
		<link>https://www.buruan.co/r-crumb-bapak-komik-underground/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dedi Sahara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2014 15:32:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Komik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buruan.co/?p=3285</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dari sekian banyak kartunis dunia di abad 20, mungkin hanya Robert Dennis Crumb atau R. Crumb yang diberi gelar sebagai “father of underground comics”, walaupun ia tak terlalu dikenal di kalangan kartunis kontemporer. Karya-karya R. Crumb cenderung sangat unik: ia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co/r-crumb-bapak-komik-underground/">R. Crumb, Bapak Komik Underground</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co">Buruan.co</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan Oh Perempuan (2)</title>
		<link>https://www.buruan.co/perempuan-oh-perempuan-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dedi Sahara]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2014 05:01:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.buruan.co/?p=3258</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sambungan dari catatan &#8220;Perempuan Oh Perempuan&#8221; Seiring waktu berjalan makna perempuan semakin bergeser. Tatanan kehidupan kian mengukuhkan dominasi maskulinitas. Perempuan masih saja kerap ditempatkan sebagai manusia kelas dua. Terutama di Indonesia, fenomena yang terjadi seakan mengafirmasi bahwa perempuan merupakan sekedar [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co/perempuan-oh-perempuan-2/">Perempuan Oh Perempuan (2)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.buruan.co">Buruan.co</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
