MENU

6 Februari 2015 Apresiasi, Teater

“Urat Jagat” Kolaborasi  Lintas Seni dan Budaya

Press Release

Poetry Performing Arts (PPA) Urat Jagat kali ini akan dipentaskan di 4 kota besar (Bandung-Jakarta-Serang dan Bali) dalam rangka memperingati hari Bahasa Ibu Internasional pada tanggal 21 Februari 2015. Sebelumnya, Urat Jagat pernah dipentaskan di Selasar Sunaryo-Bandung dan pada tahun 2012 dalam gelaran internasional The Jakarta – Berlin Arts Festival di Berlin, Jerman, Universitas Frankfurt, Jerman, Keluarga besar Sunda di Belanda dan La Mama Courthouse di Melbourne, Australia.

uratjagat

Poetry Performing Arts (PPA) Urat Jagat adalah pertunjukan puisi karya penyair Sunda internasional, Godi Suwarna. Beberapa puisi pilihan yang akan ditampilkan dalam bahasa Sunda dan Inggris berkisah tentang kegelisahan, kemarahan dan kesakitan alam dengan sublim sebagai ungkapan kemanusiaan.

Pertunjukan ini merupakan bentuk kerja seni kolaborasi yang mengakulturasikan berbagai elemen seni sastra, teater, tari, musik dan multimedia. Selain keseluruhan elemen seni yang saling bercengkrama, PPA Urat Jagat turut melibatkan berbagai seniman dari Mainteater Bandung dan Mainteater Melbourne – Australia yang telah bekerja bersama selama 16 tahun sebagai bentuk pertukaran budaya untuk saling mengenal dan menyampaikan kemungkinan-kemungkinan baru.

Intensitas kerjasama yang luar biasa ini turut mencuri perhatian masyarakat seni internasional dan membuahkan penghargaan kategori “Innovation of Form” dari Melbourne Fringe dan nominasi Greenroom untuk kategori “Innovative New Form” untuk pertunjukan kolaborasi bertajuk “Happy 1000 … 1000 Bahagia” pada tahun 2000.

Para seniman dari Mainteater Melbourne – Australia di antaranya adalah Sandra Fiona Long sebagai Sutradara, Mal Webb sebagai musisi dan ahli vokal dan Jodee Mundy seniman teater multi talenta, bekerjasama dengan seniman Sunda, Godi Suwarna sebagai penulis naskah dan Wawan Sofwan, Heliana Sinaga dan Sahlan Bahuy sebagai aktor. Untuk tata panggung dengan menggunakan media bambu dan multimedia dirancang oleh Deden Jalaludin Buqini.

“Urat Jagat menjadi menarik sebagai pencarian bentuk pengucapan teater yang berangkat dari berbagai bahasa tapi tidak menjadi kendala karena ketidakpahaman pada berbagai bahasa tersebut. Meskipun ada terjemahan, tapi diolah begitu rupa, kemudian, ada unsur bagaimana puisi Sunda bisa dimengerti dan mudah dipahami oleh orang yang tidak mengerti bahasa Sunda” jelas Wawan Sofwan, pendiri Mainteater Bandung dan pemain Urat Jagat.

Mainteater
Mainteater didirikan pada tahun 1995 oleh seniman-seniman Jawa Barat, untuk menciptakan teater yang bisa diakses oleh masyarakat lintas budaya dan bahasa, dan telah berkolaborasi dengan seniman-seniman Melbourne Australia sejak tahun 1997.

Pertunjukan tiga bahasa kelompok ini ‘Happy 1000 1000 Bahagia’ (2000/2007), adalah pemenang penghargaan Melbourne Fringe untuk kategori ‘Innovation of Form’ dan mendapatkan nominasi Green Room untuk kategori ‘Innovation of Form’ (ditampilkan dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa isyarat Australia) dan ditampilkan di the London International Festival of Theatre Enquiry Season, juga diturkan di lima tempat di Indonesia.

Pada tahun 2007 Mainteater berkolaborasi dengan Tea Ceremony Master So Sen Jepang untuk membuat ‘The Wind in B Minor’, yang ditampilkan di the Fitzroy Town Hall dan La Mama, mengikuti residensi selama satu bulan di Albury’s Hothouse Theatre.

Produksi lainnya termasuk ‘Sumur Tanpa Dasar; The Bottomless Well’ (Indonesia dan Australia), ‘Oknum’ (Indonesia, Australia, Malaysia, dan Berlin) dan ‘Dam’ (Australia, Indonesia, dan Eropa), “Wujudkan Mimpimu” teater bersama anak jalanan di Bandung bekerjasama dengan kelompok teater dari Belanda (2011), dan banyak produksi lainnya di Bandung, Indonesia. Mainteater baru-baru ini membuat sebuah pertunjukan musik dari puisi karya Godi Suwarna ‘Urat Jagat/Veins of the Universe’, yang ditampilkan dalam bahasa Sunda, Inggris, Indonesia, dan bahasa isyarat Australia di Melbourne pada tahun 2012.

Jadwal Pentas dan Workshop

Urat Jagat Tour – Indonesia 2015

  • 14 Februari: Pentas di Selasar Sunaryo Art Space Bandung, 20.00 WIB
  • 16 Februari: Pentas di Gd. Ahmad Sanusi (BPU) Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. 14.00 WIB.
  • 17 Februari: Workshop di R. Auditorium Gd. FPBS Universitas Pendidikan, Bandung, 08.00 WIB.
  • 18 Februari: Pentas di Bentara Budaya Jakarta, 20.00 WIB.
  • 20 Februari: Workshop di Rumah Dunia, Serang – Banten, 15.00 WIB.
  • 21 Februari: Pentas di Rumah Dunia, Serang – Banten, 20.00 WIB
  • 24 Februari: Pentas di Bentara Budaya Bali, 20.00 WITA
  • 25 Februari: Workshop di Bentara Budaya Bali, 14.00 WITA

Poetry Performing Arts (PPA) Urat Jagat didukung oleh: Pemerintah Victoria melalui Arts Victoria; Pemerintah Australia melalui Australia International Cultural Council, sebuah inisiasi dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan; Australia Indonesia Institute; Kementerian Pariwisata; Selasar Sunaryo Art Space, Bandung; Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, UPI Bandung; Rumah Dunia, Serang; Bentara Budaya Jakarta; Bentara Budaya Bali; Kompas Gramedia; Centropunto; Buset Magazine; Majalah Sarasvati; Akar Padi dan Majalah Gading Serpong Voice.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai Poetry Performing Arts (PPA) “Urat Jagat silahkan mengunjungi website resmi di: www.uratjagat.blogspot.com

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

Pradetya Novitri di 0813.9426.9285 (Project Officer)
pradetya.novitri@gmail.com

Heliana Sinaga di 0813.2206.9090 (Project Officer)
ana_proletar@yahoo.de

Ratu Selvi Agnesia di 0857.2194.1986 (Humas & Media Jakarta)
selvi_innocent@yahoo.com

 

Silakan BagikanShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Silakan Berkomentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>