Theory of Discoustic Mengangkat Folklore Bugis-Makassar

702 336 buruan

Wawancara Yopi Setia Umbara dengan Theory of Discoustic

 

Pertama kali mendengarkan intro “Satu Haluan” karya Theory of Discoustic saya langsung merinding. Saya pun langsung jatuh cinta pada lagu itu. Saya mendengarkan lagu tersebut di theoryofdiscoustic.com.

Lantas saya mendengarkan semua lagu Theory of Discoustic di websitenya itu. Dan, saya semakin jatuh cinta dengan karya mereka.

Saya sendiri mendapatkan link karya band asal Makassar ini dari twit @hurufkecil, akun twitter milik Aan Mansyur, kawan saya penyair Makassar, pada Sabtu sore (22/11/2014).

Twit @hurufkecil (22/11/1014). Dalam screenshot terlihat, Nov 21, mungkin itu setting waktu otomatis twitter-nya.

Twit @hurufkecil (22/11/1014). Dalam screenshot terlihat, Nov 21, mungkin itu setting waktu otomatis twitter-nya.

Setelah itu saya me-retwit twit Aan via akun @idburuan. Tak lama kemudian @hurufkecil mengirim pesan via DM kepada saya. Ia mengatakan bahwa lagu-lagu karya Theory of Discoustic adalah, “re-interpretasi legenda, cerita rakyat, petuah budaya Bugis-Makassar.”

Tentu saja saya semakin tertarik sekaligus penasaran dengan band yang mengangkat folklore Bugis-Makassar ini. Sore itu juga, saya pun memutuskan untuk mengirim daftar wawancara kepada Theory of Discoustic via email. Lantaran saya ingin buruan kenalan sama mereka, dan juga ingin memperkenalkan kepada teman-teman pembaca buruan.co.

Theory of Discoustic ini memang santun dan rendah hati. Di tengah kesibukannya, mereka mau meluangkan waktu untuk menjawab kecerewetan saya. Karena, seperti saya intip dari timeline twitter-nya @theoyofdis_tic, mereka tampak cukup sibuk pada Sabtu dan Minggu (23/11/2014) itu.

Dan, inilah hasil wawancara saya dengan Theory of Discoustic.

Yopi Setia Umbara (YSU): Salamaki tapada salama, Saya Yopi dari web-magz buruan.co.
Theory of Discoustic (TOD): Salamaki. Salam kenal, Yopi.

YSU: Sejak kapan dan bagaimana Theory of Discoustic terbentuk?
TOD: Theory of Discoustic (TOD) terbentuk sejak awal tahun 2010, bermula dari band sewaktu SMA (Fadli FM, Reza, Nugraha,) kemudian berlanjut sewaktu kuliah dan bertemu dengan Dian, Ade, Anca.

YSU: Seperti yang saya baca di theoryofdiscoustic.com, bahwa teman-teman mengusung musik folk. Pertanyaannya, apakah sejak pertama membentuk band, teman-teman berniat mengangkat folklore Bugis-Makassar?
TOD: Awal terbentuk TOD masih mengangkat tema umum dengan genre Alternative Acoustic.

YSU: Boleh ceritakan sedikit tentang dua lagu dari EP Dialog Ujung Suar?
TOD: “Bias Bukit Harapan” lagu yang diadaptasi dari lagu daerah berjudul “Indo’ Logo” dan “Teras Khayal” yang bercerita tentang kehidupan dalam khayalan manusia.

YSU: Kenapa EP Dialog Ujung Suar tidak diedarkan dalam bentuk CD?
TOD: Pada proses pembuatan EP Dialog Ujung Suar, kami sudah sepakat kalau hasil dari rekaman tersebut hanya akan dijadikan karya di Media sosial dan bisa dimiliki tanpa mengeluarkan uang.

YSU: Sekarang teman-teman sudah merilis EP kedua, Alkisah, boleh cerita tentang isi EP tersebut?
TOD: Mini Album Alkisah merampung sebuah Filosofi, Sejarah, Legenda, dan pandangan kami tentang bagaimana sebuah cerita dapat berjalan dengan waktu.

YSU: EP tersebut sudah dikemas dalam CD, di mana saja bisa beli CD EP Alkisah tersebut?
TOD: Saat ini masih beredar di Kota Kami, minggu depan (awal Desember, red.) kalau tidak ada halangan sudah terdapat di Kineruku (Bandung).

YSU: Selain menciptakan lagu apakah teman-teman merilis merchandise yang berhubungan dengan Theory of Discoustic?
TOD: Hingga saat ini masih belum pernah merilis dan belum mempunyai niat untuk membuat merchandise.

YSU: Apa harapan teman-teman Theory of Discoustic ke depan?
TOD: Semoga bisa menghasilkan karya sebanyak-banyaknya dengan formasi yang masih sama.

YSU: Satu lagi, ada pesan/saran bagi generasi muda soal folklore?
TOD: Pertanyaannya bikin grogi mas… 🙂 Mungkin karena masih baru di genre folklore jadi belum mampu kasih wejangan, hehehe. Tapi yang bisa di-share adalah mengenal apa yang ada di sekitar kita itu sangat menyenangkan.

Bagi teman-teman pembaca buruan.co yang ingin mendengarkan karya mereka, saran saya lebih baik dengarkan langsung dari CD-nya. Buruan pesan saja langsung ke @theoryofdis_tic.[]

Sumber gambar: Theory of Discoustic

buruan

buruan

Media untuk Berbagi Kajian dan Apresiasi.

All stories by:buruan
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.