sastra indonesia

Nyi Nasim

820 462 Mufidz At-thoriq Syarifudin

Masih subuh, Kiman keluar rumah. Ia berlari di bawah sinar bulan, menyibak ranting-ranting yang masih dingin. Kakinya tanpa alas memecah genangan sisa hujan tadi malam. Pandangannya goyah, mencari nyala cempor…

read more
error: