Resensi

Rubrik RESENSI menyajikan ulasan buku terbaru yang diterbitkan oleh penerbit indie.

Semenakjubkan Apakah Puisi Itu, Willy?

820 820 Hasan Aspahani

Seberapa jauhkah jarak antara Ramadhan KH (1927) dan Willy Fahmy Agiska (1992)? Apa yang masih bisa menautkan “Priangan Si Jelita” (1956) dan “Mencatat Demam” (2018)? Saya ingin membandingkan keduanya dalam…

read more

Solanin: Menghadapi dan Berdamai dengan Penderitaan

820 820 Adhimas Prasetyo

Meiko Inoue, seorang karyawati perusahaan kelas dua di Tokyo terus berpikir, bagaimana bisa orang-orang dewasa tahan menjalani kehidupan yang membosankan, palsu, dan tanpa tujuan. Pikiran itu terus menghantuinya ketika ia…

read more

Fiksi yang Menggerakkan

820 820 Udji Kayang

Fakta selalu menjadi alasan bagus bagi setiap tindakan. Namun, sering kali, fiksi punya daya gerak lebih kuat. Fiksi adalah produk revolusi kognitif manusia. “Ciri yang benar-benar khas dalam bahasa kita…

read more

Spiritualitas Kaum Urban: Membaca Puisi Beni Satryo

820 820 Muhammad Fasha Rouf

Karena lalai, atau bahkan mungkin tolol, kunci kamar kos saya di bilangan Jakarta Barat tertinggal di rumah orang tua di Cianjur. Maka, menginaplah saya di kamar kos wartawan cum cerpenis,…

read more

Cermin Retak: Kita dan Rushdie

820 820 Muhammad Aswar

Kita tergolong sangat telat membaca Rushdie.

read more

Mengenal Peradaban Laut Melalui Sehimpun Kisah

820 820 Dewi Setya

Resensi kumpulan cerpen Nelayan itu Berhenti Melaut karya Safar Banggai.

read more

Ekstasi Hiper dalam Sastra Milenial

820 820 Dwi Alfian Bahri

Resensi kumpulan cerpen “Riwayat Hidup Sebuah Pistol di Kawasan Mulholland Drive”.

read more

Menerka Keabadian Puisi Irfan Ilmy

820 820 Muhammad Fasha Rouf

Resensi kumpulan puisi Irfan Ilmy, “Abadi di Telapak Kaki” (Bening Pustaka, 2019).

read more

MEMBACA ULANG MAX HAVELAAR

1280 1280 buruan

Press Release SIMPOSIUM: MEMBACA ULANG MAX HAVELAAR FESTIVAL SENI MULTATULI 2019 11-12 September 2019 Multatuli dan novelnya Max Havelaar merupakan suatu fenomena yang tak dapat diabaikan. Baik secara pribadi maupun…

read more

Jeda untuk Berpikir

820 821 Rizka Laily Mualifa

Dea tampaknya menyukai kenahasan-kenahasan yang menimpa hidup sekian manusia, yang mereka jalani dengan lema hidup “bertahan meskipun tahu akhirnya akan sia-sia”.

read more
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.