Resensi

Rubrik RESENSI menyajikan ulasan buku terbaru yang diterbitkan oleh penerbit indie.

Jeda untuk Berpikir

820 821 Rizka Laily Mualifa

Dea tampaknya menyukai kenahasan-kenahasan yang menimpa hidup sekian manusia, yang mereka jalani dengan lema hidup “bertahan meskipun tahu akhirnya akan sia-sia”.

read more

Tentang Sajak-Sajak yang Pecah

820 821 Adhimas Prasetyo

Bentuk sajak-sajak dalam buku ini adalah sajak pendek dan padat.

read more

Humor sebagai Superior Ironi atas Situasi yang Tak Menyenangkan

820 468 Dedi Sahara

Seorang Lelaki tomboy tengah berjuang mati-matian untuk mendapatkan kembali kejantananannya, setelah berpacaran dengan perempuan bernama si Mancung. Sang kekasih, si Mancung, membantu. Kemudian meminta Lelaki tomboy untuk datang ke rumah,…

read more

Rekonstruksi Mitologi Langit Ketujuh

820 821 Muhammad Fasha Rouf

Mahfouz memberikan sebuah imajinasi baru, bahwa manusia akan menghadapi pengadilan di langit pertama.

read more

Antara Mitos yang Lentur dan Sejarah yang Terpenggal

820 821 Ojel Sansan Yusandi

Dalam meracik kisah, Pinto Anugrah cukup pandai memetakan teka-teki dan rahasia di hampir setiap bab, membuat pembaca terus membuka halaman demi halaman novel tanpa jeda.

read more

Perjalanan Mencari Ayam: Tentang Kehilangan

820 821 M. Aden Ma'ruf

Kehilangan bisa melahirkan kehilangan lain. Itu juga yang ingin disampaikan dalam cerpen “Perjalanan Mencari Ayam”.

read more

Potret Buram India

820 821 Danur Aghani

India semakin muram karena pembagian India Gelap dan India Terang.

read more

Pascakolonialisme: Melepas Belenggu Kolonial

820 821 Ilham Miftahuddin

Kajian pascakolonialisme muncul untuk menggali kembali dampak-dampak yang ditimbulkan akibat kolonialisme.

read more

Mengantar Tiga Saudari ke Atas Pentas

820 820 Uyung Nuha

Chekhov tampak menguatkan karakter tokoh melalui dialog sebagai ruang penekanan gaya bahasa satire nan sarkas.

read more

Paria, Penindasan dalam Kasta

820 820 Rafqi Sadikin

Ketika tiap orang dari kasta lebih tinggi memaki, ia hanya bisa diam, tersenyum, dan terima saja. Kaum Paria tak bisa melakukan apapun.

read more
error: