Puisi-Puisi Novan Leany

820 820 Novan Leany

Pesut Mahakam 

Ada yang girang tatkala kami tampakkan
kepala bagai umbi

Kau kira lumba-lumba di sungai keruh?
Basuh wajah itu dari basah cipratan sirip kami
yang tergores jala

“Kami iwak tak biak pesat sebab pohon ditebang
tanah ditambang dan tak dapat cari makan”

Di keramaian kota, kami sekedar lambang
sebuah patung pandang tepian Mahakam
Titik temu remaja bermalam minggu

Di sungai yang sunyi, kami mutiara dalam kerang
cercah cahaya sembunyi berkecai di sungai hulu
seperti ribuan mata berhambur di banyu hambar

“Mata kelereng tentulah rabun tuan,
menatap cucu menari di atas perahu, sumpah!
Bahkan kami pernah tak sengaja menelan sampah!”

2019/2020

 

Berteduh di Area Kilo Balikpapan

Demi bau hutan bukit Soeharto
mata senja dan madu hitam
seperti wajahmu

Kendara kita tersusun di warung panjang
kau meminta sekadar singgah
merebah pinggang yang lelah
terdekap hujan yang tak bertempo

Pesanlah secangkir teh
di sana tumpuan kita terseduh dan berteduh
seperti cinta yang memerah dan memanis
menghambur hambar antara kebeningan

Anggrek hitam layu yang mekar kembali adalah dongeng
yang tidak pernah ditamatkan dan kita
menikmati kegandrungan
yang menyematkan ruang masa lalu
yang menggunakan tanda seru

Ashar pukul empat menunggu pesawat berangkat
kali ini aku tak mau mengantarmu terlambat.

Tunda dulu cerita

riuh udara dan bandara seperti suara di jantung kita
degup ancaman yang gebu untuk lekas
berangkat atau tidak kembali pulang

2019/2020

 

Secarik Puisi

Nanti, tatkala nilai matematikamu 50
dan ibu guru memarahimu
Perlihatkan secarik puisi yang kuselipkan
di punggung tanganmu itu,
lalu tanyakan,
“berapakah nilai masa depan puisi
dalam diri seseorang yang mati?”

2019/2020

 

Selembar Tisu

Cerita bagaimana aku bekerja
tentang cara membasuh wajah seseorang yang mati

Di ujung gelap
jatuhkan aku di kening seseorang yang kau mau
seolah dikutuk Tuhan untuk mereda
demam yang tidak pernah sembuh

Akan kucumbu hingga ke ujung jari
dan aku amis atau sekadar basah
dan tidak ada cara untuk mengemis hidup kembali.
Tidak ada.

Kau ingat tisu yang dibakar pesulap tadi malam?
aku yang hilang dan terlupa antara keriuhan tepuk tangan
jejak darah dan gincu yang disaksikan jadi abu,
bunga, kelinci, merpati atau tidak sama sekali.

2019/2020

Muara Enggelam 

Sebuah desa panggung matahari tenggelam
aku yang menatap seakan gerbang memasuki perutku
dan etam kekenyangan senja setiap hari

Di dalam diriku ada yang mengharap kebebasan
seperti burung sungai mengubar ikan papuyu
samping gubang karam atau ia tidak mau terikat tali
seperti bangau-bangau depan rumah itu

Lebih baik kudengar suara hentak kaki
berlari di papan ulin daripada suara rengek
kanak kaya minta dibelikan baju baru

Jangan ragu! datanglah dari jembatan pintas
ke hilir dalam gembira, karena sida
lebih mencintai pantun dari kutipan cinta yang biasa

Surga sendiri di atas sungai
kutemukan kanak-kanak berjualan sayur dan donat untuk sarapan pagi
mengendarai cas menuju Muara Amuntai atau menawarkan kerupuk ikan pipih
dan seorang Kaik menjadi tokoh abadi seperti pohon Setia Raja

Kesetiaan adalah sinar desa yang benderang
sebuah kabar mengubar pesona gunung Maratus
dari kejauhan yang merabun di kaki awan
(jika diberkahi kau melihat)

Muara Enggelam adalah mercusuar
yang menyambut kedatangan remaja kota
berniat abadi tetapi melupakan kata mengabdi

2019/2020

Novan Leany

Novan Leany

Lahir di Samarinda, 28 November 1997. Pecinta kopi. Buku puisi pertamanya berjudul Eufolina (2019). Sekarang menetap di Yogyakarta.

All stories by:Novan Leany
Novan Leany

Novan Leany

Lahir di Samarinda, 28 November 1997. Pecinta kopi. Buku puisi pertamanya berjudul Eufolina (2019). Sekarang menetap di Yogyakarta.

All stories by:Novan Leany
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.