Puisi-Puisi Mohamad Chandra Ju

820 820 Mohamad Chandra Ju

Tiga Larik Tanduk Rusa
kepada MV dan Fajaregal

Demi Masa tak ada luka
Selain putus asa. Perjalanan
Demi perjalanan telah kulalui
Di belantara pasca-ahimsa.

Waktu memadat dalam sebuah
Kapsul dan mantra tongkat Musa
Kini, di hitam Selasa, nostalgia
Adalah ujung tanduk rusa

Sehabis kau, aku adalah diksi
Marah di semua puisi dan prosa

 

Memoar Godot Kesekian
buat Babeh Rachman

Selepas bunyi sepatu, Didi hanya mencari dirinya
yang tertinggal di ujung topi pet lapuk sehitam batu.

Di sana Gogo berjalan hingga kelelahan, sebab ia
mengira di dalam tidurnya Godot akan menyapa perlahan:

Tapi akhirnya hanyalah sia-sia dan tak ada jawaban
atas segala sesal yang mengganggu dan meresahkan.

Pada awalnya adalah cambukan Pozzo, selepas itu
hanyalah lenguhan Lucky yang tertahan di punggung

dan tangan tanpa koyo.

Demi mantel Pozzo dan jutaan benang yang disulam Lucky
berkali-kali—menarilah bersama airmata yang tak lagi asin

bersama pelukan yang kehilangan hangat.

Kereta keberangkatan sudah lewat, apalagi
yang kita tunggu?

Inilah lonceng demi lonceng yang karam di tiap malam
di tiap kehilangan yang semakin tajam dan curam.

Oh iya, Kawan, malam ini tak ada lagi blues
kita pergi lagi ke dalam kesunyian ke 100:

kembali menjadi Sisifus

2019

 

Bangsal 19

1/
Beberapa kompilasi
rupa serupa dupa
di gigir stupa, menjalar
dari setiap tawa murka
di sini hanya ada satu:
maut yang berjaga-jaga.

Sebab hari ini
adalah moksa
melepas semua
raga dari goa-goa

Menarilah, Amor, dalam
segala amarah dendam
Kaliyuga.

Mulai esok, aku
akan membawa
bangsal dari
setiap rumah
sakit yang
kaulewati.

2/
Amor,
apa yang sedang
Kautunggu? Tak
bisakah kita bakar
dulu setiap halte
dan lampu merah?

Biarkan aku
yang mendekap
segala harap
menjadi tahanan
sepanjang abad.

Nanti Amor,
kalau berwaktu
datanglah pada
jam Besuk.

Jika tak bisa
temui aku
di setiap
geram
para

Kombatan.

2019

 

Larik Bunar

Sepanjang jalan yang lengang
Kutemui berbagai alang-alang
Sawah, dan orang-orang yang
Sedang mencangkul kenang

Sebagai seorang petualang
Kuharap cinta masih bersarang
Meski kata pulang lebih genderang
Dari surat cinta dan laras panjang

Mamah, di antara Cakrawati & Cakrabuana
Tubuhku terlempar lagi ke langit gerhana
Semua doa telah kurapal dengan bibir tuna
Tapi semua sia-sia dan tak berguna

Manakah yang lebih kabut:
Jantung kusut atau langkah siput?
Sebab semuanya saling berebut mulut
Bertarung di tengah-tengah batu lumut

Kini dalam sajak-sajak Neruda dan Gibran
Kukhidmati Salman di ashar penghabisan
Ketakutan pada daun-daun yang berserakan
Sebab ucapan telah menjadi karat ingatan

Sementara di gazebo aku kian terlunta & buta
Membaca setiap kata yang terpahat di bata
Kesaksian merobek Percakapan Sepasang Mata
Arsitektur sisa Nederland, Gedong 17843 cerita

Demi sumpahku atas kekacauan bumi
Dan penebusan keringat Bapak pada kami
Izinkan cakrawala kuputar dengan tarian Rumi
Untuk menemui sekali lagi sabar Mamah & Hilmi

Arloji Fachriza sudah tak lagi bekerja
Metafora melompat ke perbatasan Gaza
Kusetubuhi kegalauan ini yang semakin manja

Sambil menunggu Bahrudin menyanyi di sini
Nyalakan lagi titik apinya, Dani, nyalakan, Dani
Untuk segelas kopi & maut yang setia di hari ini

2019

Mohamad Chandra Ju

Mohamad Chandra Ju

Lahir 17 April 1993. Antologi puisi tunggalnya "Mana Putih dan Mana Ajal" (Langgam Pustaka, 2017). Menulis puisi, esai, menjadi aktor teater dan sesekali menyutradarai.

All stories by:Mohamad Chandra Ju
Mohamad Chandra Ju

Mohamad Chandra Ju

Lahir 17 April 1993. Antologi puisi tunggalnya "Mana Putih dan Mana Ajal" (Langgam Pustaka, 2017). Menulis puisi, esai, menjadi aktor teater dan sesekali menyutradarai.

All stories by:Mohamad Chandra Ju
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.