Puisi-Puisi Dody Kristianto

820 820 Dody Kristianto

Opang

Orang benar tak akan lalang
ke arah yang salah. Tapi tak
kuharap mereka bertemu

jalan kebaikan sebab munajatku
adalah tarian pemanggil hujan
yang mengurung mereka pada

lebih dari seratus kesunyian.
Kumurungkan mereka. Lajur
pulang kubikin gelap selaiknya

pendaras nyungsang di dalam sajak.
Sebab musim bertarungku tak lain
mengabarngaburkan mereka agar

satu menit jarak terentang
serasa genap setahunan.

2018

 

Dalil Tukang Remi
– Fitrah, W, dan Ethex

Awaskan mata, cergaskan tangan
di sempit petak sehimpitan, cermati
geliat yang tiba-tiba datang. Sebab ini
benar-benar adat bertempur yang
sepadan dan tak dapat diterawang
sembarang pandang.

Kami tak pernah mengambil keandalan
tingkah binatang untuk meminggirkan.
Yang berada di dalam badan sudah
melekat melebihi keras kulit badak.

Perihal adab kaum bangsawan juga
tak membekas dalam laku sopan. Teror
terlihai kami cukuplah bersijingkat
pun mengendap berhadap-hadap.

Tapi jemari kami lebih kukuh memeri
lembaran peruntungan. Mata kami lihai
menyimpan kesiagaan. Kecerdasan kami
intrik yang dipapar dukun-dukun cabutan.
Pantang kami memundurkan pantat.

Persabungan di atas tikar benar lebih hebat
dari sekadar melepas lajur roket dan pelet.
Siasat sepasang brintik kami endapkan
dalam-dalam untuk menyingkirkan
yang di depan atau kiri kanan.

Kami kentuti marwah silat. Kemahiran
tangan mengucut lebih tak terduga dari tebas
kepala di palagan. Maka, jurus pamungkas
kami lebih ringkas. Sebilah gelati, sebilah
yang kami siapkan untuk menakik kepala
sang kampiun di akhir pertempuran.

2018

 

Ngilu Gigi

Lebih besar hati kuterima tendangan
yang bertandang sempurna di kepala.
Pasti bahagia bila satu dua atau seribu
tinju bersarang pas di hulu dada. Pun

sayatan, cabikan, dan kupakan parang
yang kuartikan sebagai kesempurnaan
pertarungan. Sebagaimana luka terpampang
adalah kehormatan yang ditebar bagi para

pecundang yang berkelibat di jalan belakang.
Tapi, di hadapan perusuh mahakerdil ini,
tak patut kusematkan segala keagungan.
Sawan rusuh yang menyelinap bersijingkat,

tulah biadab yang mengotori syareat
pertempuran, atau santet mringkil yang
nyempil di sela kenikmatan makan malam.
Bagaimana kuterjemahkan makna berhadapan

bila wujudmu tak teraba. Harus kupinjam kata
dari segenap pustaka hitam untuk menjabarkanmu.
Kau anasir yang tak mungkin disawur tukang teluh.
Kau penyelinap yang tak patut disematkan jawara

di tengah area persabungan.

2018

 

Tukang Suwuk

Tenanglah, rebahlah, pasrah saja selaku badan yang dirasuk teluh dari teluk jauh.

Kutenangkan sanubarimu dengan gaya sederhana. Tak akan kuracik yang menggantung,
Yang tertanam, pun yang lagaknya pongah menantang. Terlebih tak pula kuramu
Yang merah menyala, yang memapar wadag serupa lekuk semok ronggeng pantura. Tidak,

Sebab kehandalanku mengocok yang gaib, yang biasa disembur ke pedang-pedang. Lidahku
Menyimpan kalimah dari gunung-gunung raib, serapah yang disawur di alas wingit,
Atau kutukan yang menerpa tualang durhaka. Gerahamku merangkum sihir sekaligus

Wabah penebar bibit-bibit genosida. Percayalah dengan daya cepatnya. Ia lebih lesat
Dari komet yang ditebar di palagan dasyat. Lajunya sepesat hujan lebat pergantian
Tahun. Maka berjaga saja untuk komat-kamitku nan mustajab, gedabrusku yang bikin

Syaiton lewat. Sebab yang nyempil di sekujur badanmu bukan tenung terunggul. Kusawang,
Ia yang macam-macam sekadar penampakan yang disebul dukun amatiran. Maka pantang
Tingkahmu begidakan menerima yang bakal panas lagi bikin menggeliat-liat.

Bel gedebel gedebel bueh.   

2019

 

Tarak Lemak

Kugusah kau dari tubuh lamban ini
agar seimbang segala peraluran.

Pun sendi gerak tak terbebat
tak terbeban. Benar pula kitab tarak

berkata. Lambaianmu kenikmatan
yang perlahan menikam. Gula-gula

melenakan suka menyusup mudah
di badan. Jiwa digoda warna-warni

di hadapan. Daging setumpukan,
sayur nangka diguyur santan, kambing

guling yang tak mungkin ditampik
dalam keseruan kondangan. Lebih-lebih,

kau merayu kelobaan yang bersarang,
yang masih menelan, menelan, bagai

liang hitam semesta yang  menyerap
segala komet, planet, bintang-bintang.

2019

Dody Kristianto

Dody Kristianto

Tinggal di Serang, Banten. Bergiat bersama Komunitas Kebe Gulbleg

All stories by:Dody Kristianto
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.