Puisi-Puisi Dea Anugrah

820 820 Dea Anugrah

Bekasi

Pesawat, putih-putih
terbenam
ke belakang hari

Tapi hanya hari
yang lain lagi

Motor matik murah, kredit
bulan keenam
ditepikan di samping kali

Tapi hanya kali
yang lain lagi

di mana tak seorang pun
mencari cita-cita
pada ludah terapung

dan sedotan, putih
pelan-pelan
membelahnya.

Kamus

Mula-mula Elí, 7 tahun
berlari menunduk
meski tahu
keseimbangannya buruk

dan membenamkan wajah
di antara kaki-kakiku
Aku berjongkok
dan membelai

belakang kepalanya
Jangan khawatir, bisikku
rompi ini ajaib
kering atau basah

ia putuskan sesukanya
Terbata-bata, Elí menjawab
(dalam terjemahan ibunya)
Saat kau kembali

aku akan tahu semua
tentang negerimu
Saat kau kembali

Berikutnya Urí, 11 tahun
pria dalam keluarga ini
Kami berjabat tangan
dan aku menepuk pundaknya

Dengan bahasa Inggris
sempurna, ia berkata
Jangan lupakan kami
sebab kami mencintaimu

Yo no speak Ingles
but I understand
katanya, tersenyum
pada sore yang lain

kepada para sepupunya
Mereka tergelak dan aku
menunjuk Lola yang berak
di tengah pasar

menjelang malam Natal
Kudengar pertanyaan
Bagaimana mengucapkan safe flight
dalam bahasa Indonesia?

dan suara-suara
Kautahu, selalu ada tempat di kafe ini
untuk sedikit humor, sulap, kungfu…
Kau sedih, Chinito?

Elí menyentak jari-jariku
dan ibunya meminta maaf
karena perpisahan selalu
merawankan dia

Kamusku, firman
bagi imanku
bantulah mereka berkata
Kami mengerti

Suatu hari
kami mengerti.

Pastoral

Hanya sepasang
sepatu bayi

_____terurai

Benang wul biru
basah, terkait
jari-jari

Awan

Rambutmu yang
berlepasan kini
dalam sarung bantal
kusembunyikan

dan lantai pun terang
dan udara retak-retak
dan daun, daun
_______berkepakan

Di langit
ada seikat uban
menyerupai ekor awan.

Politik

Mereka mengaduk dandang
kosong dalam rumah terbakar
Aku penonton yang bahagia
sampai api meriap ke rambutku
lewat tangan yang memberiku makan
Tapi sudah kuberikan semua, pikirku
Belum ada keputusan, tapi kamu harus
________________________siap
Tapi sudah kuberikan semua, kataku
kepada tak seorang pun.

Dea Anugrah

Dea Anugrah

Jurnalis Tirto.id. Menulis puisi, cerpen, dan esai. Bukunya yang telah terbit Misa Arwah (kumpulan puisi), Bakat Mengonggong (kumpulan cerpen), dan Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya (kumpulan esai).

All stories by:Dea Anugrah
Leave a Reply

Dea Anugrah

Dea Anugrah

Jurnalis Tirto.id. Menulis puisi, cerpen, dan esai. Bukunya yang telah terbit Misa Arwah (kumpulan puisi), Bakat Mengonggong (kumpulan cerpen), dan Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya (kumpulan esai).

All stories by:Dea Anugrah
error: