Puisi Nissa Rengganis

702 336 Puisi Senin & Kamis

Tentang Mata dan Sebuah Kota Tak Bernama


Hari mulai senja
Sebentar lagi gelap menyerang kita
Sementara,
Hujan di luar belum memadamkan nyala api di matamu
Mata yang menyisakan amarah
Mata yang menimbun dendam
Mata yang mengantarkan masa kanak-kanak
Mata yang selalu berbagi tentang musim
Di setiap kota

Sepasang matamu adalah jalan menuju pertemuan demi pertemuan
Melemparkan kita pada sepi
Pada bukit-bukit tandus
Pada lorong-lorong goa kedap udara
Pada puisi

Sekali waktu
Aku pernah melihat sebuah kota dari matamu
Kota yang tak kukenal. Kota yang dipenuh sesaki wajah-wajah tak bernama
Tapi tetap saja
Matamu lebih asing dari setiap kota yang pernah aku singgahi

Lantas apa lagi yang mesti aku tulis
Jika segalanya hilang dan tak terbaca
kenangan lamat-lamat memudar
Harapan esok hari hanya mimpi-mimpi mencekam

Sekali waktu
yang tak mengenal musim
Aku barangkali hanya bisa mengenangmu. Hanya bisa mengenangmu

Jogja, 2014

nr

 

Puisi Senin & Kamis

Puisi Senin & Kamis

Rubrik Puisi Senin & Kamis buruan.co.

All stories by:Puisi Senin & Kamis
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.