Puisi Irwan Apriansyah

702 336 buruan

KAU AKAN MENGENANGKU
: anik setiyaningrum

Manakala kau terbangun dari tidur
Aku terbangun dari tubuh ini
Di antara nama-nama lain
Akulah nama pertama yang kau sebut
Dengan napas tersengal dan jantung berdegup
Kegelapan bermukim di hati dan pikiranmu
Mendirikan tenda, lalu kota dengan seribu gedung tanpa cahaya
Yang ketinggiannya tak kuasa menjangkauku
Dan kau akan mengenangku dengan jerit
Dan segala kesakitan
Dan segenap kenangan yang runcing
Sebab tak ada rumah bagimu
Selain dalam diriku
Kata-kata dalam segala bahasa
Luruh dari bibirmu
Kesunyian kian menekan dada
Tak tahu dengan apa mesti ungkapkan kerinduan yang berkarat
Waktu berjalan pelan dalam dirimu
Jarum jam terasa berat berdetak
Kegelapan tetap mukim di hatimu
Tak ada matahari
Tak ada bulan dan benda-benda langit seperti sediakala
Oh jiwa yang terkubur dalam gelap, tertimbun luka derita
Oh jiwa yang tafakur, bila aku tiada
Puisiku akan bernyanyi padamu dalam kesunyian hati
Kau akan mengenangku
Lebih dari apa pun
Kau akan terkenang aku
Lebih dari siapa pun

SAJAK AWAMATRA

Kutulis sajak ini
Sebab jiwaku memutuskan untuk mengembara
demi mencari wujudmu, dan meninggalkanku seorang diri
aku pun terkenang jiwaku
ia duka bila ingat padamu
ia sering mengigau dalam tidurnya;
“O, dua bola mata yang alirkan air mataku,
Sepasang telinga yang kerap kubisikkan rahasia kalbu,
Suaranya seperti nyanyian surgawi
bergema di alam sadar dan alam khayali,
Hatinya subur bagi cintaku
Tak akan aku beranjak,
atau berpaling barang sejenak,
dari kasihnya yang murni.”

Cinta seringkali datang dengan pakaian gemerlap
Dari wajahnya memancar cahaya
Tangannya yang mulia terulur ke hati
Dan tangan jiwaku meraihnya,
Namun orang-orang memisahkannya dari jiwaku.
Aku pun duka karna jiwaku berduka
Aku pun luka karna jiwaku terluka

Kubiarkan rambut memanjang, kumis dan janggut tumbuh
Aku duduk bersama keheningan,
Kesepian jadi pakaianku, nestapa jadi hidangan bagi laparku
Harapan adalah tamu yang tak pernah ketuk pintuku
Dan sajak,
Sajak adalah tenaga abadi yang lepas dari penjara waktu.
Kurenungi langit nasib tak berbintang
Kutulis sajak
Tanpa makan tanpa minum (padahal maut kian dekat dalam detak)
Kutulis sajak
Sampai jiwaku pulang bawa cintamu yang suci.

NOKTURNAL

tak ada siapa-siapa di sini
kecuali aku dan puisi
o dunia yang terlelap
akulah kota kesunyian
yang mewujudkan segenap mimpi
aku merasuk ke dalam jiwa setiap insan
membawa segala yang terpendam
di dasar hati
malam kian menekan dada
tak ada yang lebih setia dari puisi
rumah segala jiwa
rumah yang menunggu tamu agung tiba
seperti kematian
diam-diam ia tikam juga ini nyawa
dan memang kuberi padanya denyut hidup
kuberi segala yang tersisa dari diri
seperti napas puisi
yang berdetak di jantung waktu

KEMISKINAN

Apalagi yang ingin kau ambil dariku
Setelah kugelar cinta dan mimpi di bawah kakimu
hingga kau melangkah di atasnya
Dan keluar dari lembah keputusasaan
Apalagi yang ingin kau ambil dariku
Setelah yang kumiliki hanya kemiskinan
Kuletakkan kebahagiaan di dadamu
Tanpa harus kau tuang milikmu padaku
Kini hanya dua pakaian yang kukenakan
Pakaian kemiskinan dan pakaian penderitaan
Apalagi yang ingin kau ambil dariku
Duka atau luka?
Aku tidak perlu jadi penyair untuk mencintaimu
Dan tidak perlu jadi pertapa untuk menjauh darimu
Kau tidak perlu tahu sedalam apa kebahagiaanku
Dan tidak perlu tahu sedalam apa lukaku
Beginilah aku sebagaimana yang kau saksikan
Beginilah aku sebagaimana yang dikehendaki dunia

 

Biodata penulis
Irwan Apriansyah
, lahir di Malingping, Lebak, Banten, 17 April 1989. Saat ini tengah merampungkan studi di Fakultas Bahasa dan Seni – Universitas Negeri Yogyakarta. Beberapa karyanya termuat di JurnalSajak dan media cyber. Bergiat di Sindikat Rawarawa, ForumKecil.

buruan

buruan

Media untuk Berbagi Kajian dan Apresiasi.

All stories by:buruan
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.