Puisi Intan Pertiwi

702 336 Puisi Senin & Kamis

Kalis
Di kota ini: lelakiku

pagi terdingin adalah hujan yang tak bisa lagi kusentuh
piring-piring telungkup sementara jarum jam tak juga bergerak
aku kehilangan rasa lapar dan tak ingin banyak bicara
sebab bibirku telah terkunci untukmu
berbahagialah, kini aku tinggal nama
yang merindukan tubuhmu

Membiarkan siang terpanas tertuang dalam gelas
adalah menunggu rindu membeku di selasar rumah
ada sangkar tanpa burung, tapi selalu bersuara seolah
kau sedang di sana, ada pot-pot gantung tanpa bunga
mengapa waktu tak membiarkannya pecah

Kadang aku mendengar teriakan rindu
seperti kliningan sepeda ontel, nyaring
sekilas menjelma sepi berkepanjangan
hendak menggilas tubuhku

Di kota ini
malam terdingin adalah sunyi
yang mengajakku kembali menangis di dalam selimut
sementara cinta merayap di dinding, menunggu jatuh
entah siapa yang telah singgah di kota ini
kau atau malam yang selalu saja lusuh melengkapi kegilaanku

pulanglah, sebelum ada yang terobek di dadaku

 
Intan-Pertiwi

Puisi Senin & Kamis

Puisi Senin & Kamis

Rubrik Puisi Senin & Kamis buruan.co.

All stories by:Puisi Senin & Kamis
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.