Puisi Ginanjar Rahadian

702 336 Puisi Senin & Kamis

Troya: Sebuah Prolog

Tiga ribu tahun yang lalu
sebuah benteng berjaga
seperti kukuh tebing
menantang matahari
juga Yunani yang iri.

Di alun-alun
seperti sesak angkasa
oleh sorak
lengking lonceng
dan suka cita
orang-orang memenggal bunga
entah untuk apa.

Waktu itu, langit kuning telur.

Di istana
sebuah takdir tengah dipintal
ruang penuh suara
antara para pemimpi dan yang terjaga
bahkan sepasang patung dewa
berdebat tentang utopia:
Pakta Troya.

Seorang gadis, peramal itu
dengan takdir merah
dalam mimpinya:
seekor kuda melompat
ke arah dada seorang pemuda
yang menggenggam takdir Troya
dan suara riuh badai
melumat langit, jerit kuda
dan orang-orang yang sekarat.

O, Athena yang Agung, azab apa
yang akan menimpa kami!

Tetapi Pemuda itu
yang lebih mencintai Aphrodite
dari siapapun telah menjumudkan
kehendaknya: Tanah Sparta.

O, Athena yang cemburu, jangan Kau
lepaskan murka kuda-Mu kepada kami.

Mungkin tak bisa lain
apa yang mesti terjadi,
takdir hitam itu
tak bisa diubah.

Bahkan dengan darah.

2015

biodata-ginanjar

 

Puisi Senin & Kamis

Puisi Senin & Kamis

Rubrik Puisi Senin & Kamis buruan.co.

All stories by:Puisi Senin & Kamis
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.