Pentas “Urat Jagat” Siap Mengguncang Bandung

702 336 Zulfa Nasrulloh

Pada Kamis (12/2/2015) di Cafe Bamboo Shake sutradara dan para pemain yang terlibat dalam garapan Poetry Performing Arts (PPA) Urat Jagat melakukan konferensi pers di hadapan teman-teman media.

Dalam kesempatan itu, hadir dan bicara sutradara Urat Jagat Sandra Fiona Long dan para pemain yakni Godi Suwarna (Sastrawan Sunda), Wawan Sofwan (Aktor dan Sutradara), Heliana Sinaga (Aktor), dan Sahlan Bahuy (Aktor). Juga dua aktor dari Australia yakni Jodee Mundy (Aktris) dan Mal Webb (Musisi dan ahli vokal).

Pradetya Novitri selaku tim produksi mengatakan, acara PPA Urag Jagat akan dipentaskan di 4 kota besar (Bandung, Jakarta, Serang, dan Bali). Acara ini merupakan kerjasama antara Mainteater Bandung dan Mainteater Melbourne, yang sebelumnya sudah beberapa kali melakukan kerja sama.

Wawan Sofwan selaku pendiri Mainteater mengatakan, Kerjasama dengan Sandra telah terjadi sejak tahun 1997. Beberapa pementasan yang telah dipentaskan bersama seniman Melbourne diantaranya Sumur Tanpa Dasar; The Bottomless Well (Indonesia dan Australia), Oknum (Indonesia, Australia, Malaysia, dan Berlin), dan Dam (Australia, Indonesia, dan Eropa).

Sementara Urat Jagat sendiri merupakan puisi Godi Suwarna yang diterjemahkan oleh Safrina Noorman yang pada tahun 2012 ditampilkan di Jakarta-Berlin Art Festival 2011 dan di International Festival of Literature Ideas and Translation (IFLIT) 2012 Melbourne Australia (Menggunakan tiga bahasa: Sunda, Inggris, dan Bahasa Isyarat). Kini dipentaskan kembali dengan memboyong para seniman Australia ke Indonesia.

Godi Suwarna berbicara di hadapan media, didampingi sutradara dan para pemain Poetry Performing Art Urat Jagat.

Godi Suwarna berbicara di hadapan media, didampingi sutradara dan para pemain Poetry Performing Art Urat Jagat.

Konsep yang ditawarkan Urat Jagat kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sandra membawa seorang musisi Mal Webb sebagai eksplorasi di wilayah musik dan bunyi. Sandra menyadari benar bahwa sajak Sunda Godi Suwarna sarat dengan bunyi. Maka bagaimana bunyi, gambar, dan bahasa menjadi sebuah kolaborasi yang tidak membosankan untuk ditonton.

Aktor yang lain juga ikut berkomentar. Hal yang menarik di dalam pementasan ini adalah proses yang dijalani aktor.  Heliana Sinaga selaku aktor merasakan hal baru di dalam proses. Biasanya pementasan dimulai dari naskah atau bentuk pementasan yang jelas. Tapi pementasan Urat Jagat ini dimulai dengan workshop dan eksplorasi-eksplorasi dengan mengesampingkan naskah dan bentuk. Bahkan sampai H-7 pentas, latihan belum sampai pada bentuk pementasan.

Diakui juga oleh Sahlan Bahuy, pementasan ini merupakan suatu proses yang membutuhkan kesabaran. Sajak Godi Suwarna yang berbahasa Sunda dan memiliki rasa bahasa yang kuat, membuat pengalamannya sebagai orang Sunda bertambah. Aktor perlu pendalaman pada makna dan bunyi yang diartikulasikan dari teks puisi yang dibuat Godi.

Bahasa Sunda yang sarat bunyi pun mendapatkan kesan tersendiri bagi dua orang asing yang menjadi aktor dalam pementasan ini. Mal Webb memperagakan pembacaan puisi di hadapan teman-teman pers sebagai bukti bahwa ia sangat tertarik pada karya Godi yang musikal. Baginya setiap orang memiliki musiknya tersendiri, termasuk bahasa sunda dan orang yang mengucapkannya. Jodee Mundy mengatakan merupakan suatu kehormatan dapat membaca karya Godi Suwarna. Baginya, karya Kang Godi merupakan karya yang indah dan patut dikenal luas oleh dunia.

Meski para aktor yang terlibat merasakan proses yang terkesan lambat dan menguji kesabaran, tapi mereka siap mempersembahkan pementasan yang mengguncang. Pada pembukaan pentasnya di Selasar Sunaryo Art Space (14/2/2015), pentas Poetry Performing Art Urat Jagat akan mementaskan 14 puisi Godi Suwarna dalam dua bahasa (Sunda dan Inggris). Sajak-sajak tersebut akan dibawakan dalam bentuk dramatisasi, blues, beat box, Rap, tarian, dan siap mengguncang Bandung.[]

Sumber foto: Zulfa Nasrulloh

Zulfa Nasrulloh

Zulfa Nasrulloh

Reporter dan kurator zine buruan.co. Getol menulis esai, naskah drama, dan cerpen. Masih lajang.

All stories by:Zulfa Nasrulloh
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.