Newbie: Kafe Digital Nusantara

820 510 Heri Maja Kelana

Sant’Eustachio il Caffé di Roma Italia pernah saya baca di Film Woody Allen yang berjudul “To Rome With Love”. Film ini banyak mengeksplorasi tempat di Roma. Sebagai penikmat film Woody Allen, saya tidak luput mencatat beberapa hal yang penting sebagai pengalaman pengetahuan. Salah satunya Sant’Eustachio il Caffé.

Kafe yang dibangun pada tahun 1938 ini tidak memiliki tempat duduk yang nyaman atau sofa besar seperti pada kafe-kafe lainnya. Para pelanggan datang berbondong-bondong untuk menikmati segelas Espresso sambil berdiri. Disaat kafe yang lain mendesain dengan tempat duduk yang nyaman agar para penikmat kopi betah, Sant’Eustachio il Caffé menghilangkan kenyamanan itu. Yang mereka utamakan adalah kualitas kopi arabika yang nikmat.

Di Indonesia sendiri, penikmat kopi sangat beragam. Mulai dari remaja sampai orang tua, tidak ketinggalan juga para wanita. Sebab menikmati kopi telah menjadi gaya hidup di sela-sela padatnya aktivitas. Oleh karena itu kafe dibuat nyaman dengan dilengkapi fasilitas wifi. Dengan tujuan untuk menarik pengunjung sebanyak-banyaknya. Tidak heran apabila kafe dimodifikasi sedemikaian rupa. Mulai dari desain, cara penyajian, hingga kualitas kopi yang disajikan.

Bandung yang suhu udaranya dingin, tentunya cocok untuk usaha kafe kopi. Ternyata benar, hampir di setiap ruas jalan di kota Bandung, terdapat kafe kopi yang dipenuhi oleh pengunjung.

Sebagai penikmat kopi, saya berkesempatan menikmati kopi Newbie Café di jalan Rereng Adu Manis No.3 Bandung. Kafe ini memang tidak seperti Sant’Eustachio il Caffé di Roma, namun kafe ini memiliki keunikan tersendiri.

Siti Nurhayati (25) yang akrab dipanggil Uci mengungkapkan bahwa konsep dari Newbie Café ini berbasis digital. Awalnya saya tidak paham kafe berbasis digital. Namun setelah diceritakan dengan detail, cukup menarik konsep yang ditawarkan oleh owner Newbie ini.

“Sepertinya lucu kafe ini dinamakan Newbie. Karena saya dulu bergerak di komunitas, nama Newbie ini tidak asing dikalangan komunitas yang saya geluti dulu. Memang arti dari Newbie ini pemula, dan memang benar juga saya pemula dalam menjalankan kafe. Sebenarnya saya sudah lama bergelut di dunia bisnis, namun untuk kafe baru kali ini.

Kafe ini bukan hanya kafe semata, ada dua ruangan yang sebelah sini dan sana itu untuk ruang digital. Untuk apa saja yang ada di ruangan tersebut, nanti main ke sini lagi. Sekarang masih dalam tahap pembangunan yang bekerjasama dengan Dibta Group Malaysia. Kebetulan owner dari Dibta Group Pak Prim Kumar ada di sini.”

Selain bekerjasama dengan Newbie, Dibta Group juga pernah bekerjasama dengan Telkom University.

Setelah beberapa lama Mbak Uci berbicara, akhirnya membocorkan sedikit tentang ruangan digital tersebut. Satu ruangan akan diisi oleh permainan digital, serta workshop mengenai dunia digital. Sasaran dari whorkshop sendiri adalah kalangan anak muda yang berminat terhadap dunia digital. “Harapan saya ke depan, Newbie ini menjadi pusat pelatihan digital di Bandung khususnya serta di Indonesia umumnya. sebab akan ada simbiosis mutualisme dengan kafe nantinya”.

Menu-menu kopi yang ada di kafe ini sama dengan menu kopi di tempat lain, namun Adam (barista) menjelaskan bahwa kopi yang spesial di sini adalah Ciwidey, Toraja, dan Aceh. Kelebihan dari kopi tersebut terletak pada roasting-annya. Sehingga diolah dengan berbagai cara, kopi ini akan tetap nikmat.

Angga sebagai Head Kitchen menerangkan bahwa menu-menu makanan yang ada di Newbie adalah menu-menu nusantara. “Sekalian memperkenalkan masakan sendiri,” tuturnya.

Launching kafe ini akan dilaksanakan pada tanggal 21 Juni 2016. “Kami mengambil berkah bulan Ramadan” tutur Angga sembari tersenyum. Selain itu pada bulan ramadan banyak orang mencari tempat untuk buka puasa bersama. Newbie cocok untuk buka puasa bersama, tempat yang nyaman, luas serta suasana vintage akan betah berlama-lama. Harga minuman serta makanan pun bersahabat dengan kantong pelajar atau mahasiswa.

Setelah saya puas mencicipi hampir semua menu yang ada di Newbie, saya pun ikut menikmati musik yang dibawakan oleh para pengunjung yang datang pada malam itu.[]

Heri Maja Kelana

Heri Maja Kelana

Sekretaris Redaksi buruan.co. Lahir di Majalengka 14 Januari 1986. Kumpulan puisinya yang telah terbit "Lambung Padi" (2013). Pengelola Rumah Baca Taman Sekar Bandung.

All stories by:Heri Maja Kelana
Heri Maja Kelana

Heri Maja Kelana

Sekretaris Redaksi buruan.co. Lahir di Majalengka 14 Januari 1986. Kumpulan puisinya yang telah terbit "Lambung Padi" (2013). Pengelola Rumah Baca Taman Sekar Bandung.

All stories by:Heri Maja Kelana
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.