MENU
tepas-seuweu

9 Nopember 2017 Catatan

Nasi Liwet dan Tepas Seuweu

Di sisi jalan sebelah kiri, beberapa keluarga berjalan beriringan menenteng panci kastrol. Para bapak memakai pakaian terbaik, sedangkan para ibu berias maksimum. Wajah anak-anak mereka menampakan raut senang -seriang-riangnya. Mereka bergegas menuju tempat yang sama, menunggu orang yang sama. Saya tersenyum pada mereka, mereka tersenyum bangga pada kesiapan mereka sendiri.

Panci kastrol yang biasa dipakai untuk menanak beras menjadi liwet, disiapkan para ibu, dijinjing para bapak. Nasi liwet yang berisi irisan bawang merah, batang serai, daun salam, serta irisan kunyit. Yang spesial, di beberapa nasi liwet, berkerumun irisan tipis jengkol dan taburan ikan teri. Setiap tutup kastrol diikat pada kawat penjinjing pancinya. Pada tutupnya,  diberi nomor urut dan nama pemilik. Kastrol berisi liwet itu dikumpulkan. Dijadikan hidangan makan siang bagi warga dan tamu undangan.

Di sebuah pertigaan dekat jembatan, menggema tetabuhan. Rebab beradu irama dengan gendang, terompet, dan saron. Berseru-seru, mengiringi tarian kuda renggong dan sisingaan. Semacam upacara penyambutan. Semakin lama semakin rancak, menandakan bahwa akan terjadi perhelatan besar. Saya lalu membayangkan, apa jadinya kalau acara ini dibuka oleh Syahrini.

Matahari merayap di atas pukul sebelas. Keringat saya mengucur deras. Masyarakat yang sejak pagi berduyun-duyun mengerumuni sisingaan dan kuda renggong, mulai menepi berteduh. Anak-anak SD berseragam pramuka saling menciprat air di atas batu sungai. Dua bebek berbulu hitam asyik pacaran di lebar sungai; kadang ke tepi, kadang mengepak-ngepakan sayapnya. Kuda renggong yang berdandan ala kuda troya, tiba pada titik jenuh. Kuda satu persatu dituntun ke sisi sungai, diberi minum, dibasahi ladam-ladamnya.

Sisingaan yang sedari pagi mencuri perhatian, kini teronggok lesu di atas tandu. Bila diperhatikan, singa itu lebih mirip kucing hutan yang terjangkit sensitifisme datang bulan. Nyengir-nyengir tapi mulas. Sedangkan orang-orang yang sejak pagi menampakan antusiasme penyambutan berlebih, mulai menyadari bahwa menunggu seperti menggali kubur sendiri. Antusiasme itu kini hanya milik para pedagang. Dagangannya laris. Panas terik membuat orang-orang kehausan. Penantian membuat saya ingin terus mengunyah dan melampiaskan.

Sementara, acara belum juga dimulai. Konon, puan pemangku wilayah masih menghadiri pengajian. Ikat dan baju pangsi panitia mulai berlepasan. Delapan anak pengusung tandu sisingaan berbicara satu sama lain. Saya yakin, jika mereka memiliki hak pilih, mereka akan memilih calon Bupati yang bisa lebih tepat waktu. Ikat sunda dan baju pangsi mereka tidak lagi dipersiapkan sepert menyambut tamu agung. Terlalu lama menunggu, kadang-kadang membuat lupa dengan siapa kita akan berhadapan.

Andai saja puan pemangku jabatan bisa belajar pada alir sungai dan nasi liwet. Alir sungai selalu setia pada muara, pada sahaya. Nasi liwet tak pernah terlambat matang.

Matahari lewat pukul satu. Di sebuah tanjung pertemuan tujuh sungai, yang oleh masyarakat kampung Ciseupan, desa Cibuluh, Subang dinamai Nusa Jajaway, pembukaan acara Festival 7 Sungai #2 baru selesai dituntaskan. Tujuh lodong telah ditembakkan sebagai penanda resmi dibukanya festival. Panci kastrol telah terbuka. Ikan asin menyisakan kepalanya yang saling bertumpuk kesepian. Nasi liwet menyisakan lubang-lubang yang dalam.

Di Tepas Seuweu
Malam pukul sembilan. Hiburan rakyat tersaji di Tepas Seuweu. Bisa juga disebut balai rakyat. Saya duduk pada pangkal batang kelapa yang telah dipatenkan sebagai tempat duduk. Sedikit basah dan dingin.

aku tahu
kau mencari mamah muda
mendekati merayu-rayu
menggoda

Mendengar sinden menyanyikan lagu berjudul “Mamah Muda”, dongkol atas kejadian siang tadi perlahan raib.

aku tahu
kau mencari mamah muda
aku tahu kamu tak betah di rumah

Dinyanyikan dengan lentong sunda diringi tetabuhan ketuk tilu, lagu ini bertamu pada telinga saya secara lembut dan menyenangkan. Saya pikir, ini kebahagiaan yang disia-siakan oleh puan pemangku wilayah yang berlagak seolah-olah Mpu Gandring itu. Menikmati alunan lagu di pinggir sawah yang mulai menguning sehabis hujan mengguyur.

urip sun lagi ketiban lintang
gemerlap cahya sinare terang
dasar nasib sun lagi kaberan
didemeni ning juragan empang

Lagu Cirebonan berjudul “Juragan Empang” dinyanyikan merdu oleh sinden yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani. Lebih empuk dari suara Ike Nurjanah. Lebih syahdu ketimbang dendang Evie Tamala. Irama gendang bertalu dinamis, menghentak-hentak. Di sebuah kolam yang surut, samar-samar kodok jantan bersuara memanggil-manggil, atau mungkin mengaku-ngaku sebagai juragan empang.

rasa seneng sun ora kejagan
due demenan macem sampean
uwonge boral bli perhitungan
ngupai sewakan bandeng seempang

Ibu-ibu yang memakai seragam, baju yang lebih mirip kaos olahraga, terus menari. Bergerak kesana kemari. Ngibing berbanjar atau melingkar. Bersuka ria. Merayakan Festival 7 Sungai #2 dengan sebebas-bebasnya. Lagu demi lagu terus didaraskan. Saweran mulai memenuhi toples rengginang. Pemain gendang berganti dua kali. Juru bicara –pemain saron tak henti-henti melempar godaan kepada khalayak agar menari, menyawer, atau meminta lagu.

Musik terus-menerus memecah udara. Bulan bulat paripurna. Sabtu malam yang baik. Di amben Tepas Seuweu hidangan telah tersaji. Berbakul-bakul nasi ditemani ikan nila goreng, jengkol goreng, peda merah bakar, lalapan daun pepaya-singkong, serta sambal mentah hijau campur sedikit kecap. Hidangan itu untuk nayaga atau untuk siapa saja yang kelaparan malam itu.

Dan entah kenapa, malam itu, saya tiba-tiba teringat pada seorang kawan di Thailand nun jauh di seberang. Bagaimana cara ia mengatasi sialnya kesendirian? Bagaimana cara ia mengobati rindu kampung halaman? Kalau saja ia di Teupas Seuweu, berjoget bersama-sama kami di sini, mungkin tahun depan, saya akan menerima kartu undangan pernikahan.[]

 

Silakan BagikanShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Silakan Berkomentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>