Mendongeng bersama Beranda 57 di Tasikmalaya

702 336 Mufidz At-thoriq Syarifudin

Raden Ayu Cindrawulan dan semua orang yang ada dalam keraton berubah menjadi ikan dan sebagian ada yang mati.

Sedikit kutipan dari dongeng Akmal Hanapi  peserta dari SMA 1 Singaparna yang berjudul “Dongen Situ Sanghyang” menjadi Juara 1 Lomba Menulis Dongeng Sasakala Tempat atau Tokoh Tingkat SMA/Sederajat se-Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya yang diumumkan minggu malam, (27/12/2015).

Karya anak kelahiran Kampung Sayuran, Kabupaten Tasikmalaya ini berhasil menarik perhatian juri karena kepiawannya dalam penuturan cerita yang emosinya tidak meluap-luap. Selain itu, dalam hal lain terdengar kabar Akmal memang bersungguh-sungguh dalam mengikuti lomba ini, terbukti yang mengumpulkan paling pertama berkas persyaratan kepada panitia. Akmal tidak menyangka bisa mendapat beasiswa sebesar Rp5.000.000 dari Beranda 57 dan ini hasil yang ia raih dari keseriusannya.

Selain Akmal, Beranda 57 memberikan beasiswa juga kepada Juara 2, Rifka Aulia FZ (SMAN 2 Tasikmalaya) dengan dongeng “Rajah di Punggung Galunggung” mendapat beasiswa Rp3.000.000. Juara 3, Yesi Yulianti (SMKN Bantarkalong) dengan dongeng “Asal Muasal Gunung Ronggeng” mendapat Rp2.000.000. Dan, 3 juara harapan masing-masing mendapat Rp500.000.

Malam itu Gedung Kesenian Tasikmalaya menjadi istana bagi para raja dalam cerita. Hampir 20 raja hadir dalam acara tersebut. Raja-raja ini ialah hasil dari 20 finalis yang karyanya berhasil dihimpun menjadi satu buku yang disajikan dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, dan Bahasa Inggris. 20 naskah tersebut saringan dari 130 naskah yang masuk ke meja juri.

Kegembiraan ini sangat melekat pada tubuh Beranda 57, tentu yang begitu merasa gembira ialah Ricky Komara sebagai ketua pelaksana, dan yang paling bahagia Presiden Beranda 57, Bode Riswandi. Mereka berhasil menuju salah satu visinya dalam acara ini, yaitu menumbuhkan budaya menulis dan memelihara budaya lokal dari cerita-cerita rakyat yang dieksplorasi dengan baik oleh para penulisnya.

Acara itu dimeriahkan juga oleh Tsani si pendongeng cilik, Wit Jabo Dongkrak, Abah Ageung, One Orlet, dan Bode Riswandi yang mendongeng untuk menghibur apresiator dan menyebarkan proses mendongeng yang baik dan asyik. Selain para pembaca dongeng, acara ini dihibur juga beberapa kelompok musik Tasikmalaya, di antaranya Rangga Setra (gamelan modern), Sanggar Katumbiri (angklung), KSK (Musik Orkes) dan lainnya.[]

Lomba Menulis Dongeng yang digelar Beranda 57 juga mendapat sambutan positig dari Wali Kota Tasikmalaya. Dalam acara Peluncuran Antologi Dongen ini, ia sangat bangga dengan kreativitas anak-anak muda di kotanya. Ia ingin kreativitas ini tidak berhenti sampai di sini, namun harus dipelihara dengan baik, dan ditingkatkan.[]

Mufidz At-thoriq Syarifudin

Mufidz At-thoriq Syarifudin

Tinggal di Tasikmalaya. Bergiat di Komunitas Beranda 57. Buku kumpulan cerpen tunggal pertamanya “Bapak Kucing” (2015).

All stories by:Mufidz At-thoriq Syarifudin
Mufidz At-thoriq Syarifudin

Mufidz At-thoriq Syarifudin

Tinggal di Tasikmalaya. Bergiat di Komunitas Beranda 57. Buku kumpulan cerpen tunggal pertamanya “Bapak Kucing” (2015).

All stories by:Mufidz At-thoriq Syarifudin
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.