Jeda

Rubrik JEDA menyajikan feature yang menjadikan sastra sebagai titik tolak.

Saat Ajal Tak Berdaya di Hadapan Manusia

820 820 Zulkifli Songyanan

Kehadiran maut di ujung umur manusia adalah kemenangan maut yang tertunda.

read more

Ibu yang Sempurna Itu Bernama Yu Patmi

820 820 Rio R. Pangestu

Bagi saya, Yu Patmi merupakan gabungan dari sosok Ida Ayu Nyoman Rai-Sarinah dan Bunda-Nyai Ontosoroh. Karakter ibu biologis dan ibu sosial, manunggal dalam diri Yu Patmi.

read more

Ketika Seorang Ibu Mengenang Sang Penyair

820 510 Yopi Setia Umbara

Sajak “Kenangan Seperempat Abad Silam” yang ditulis Alwy pada 1999-2000 cukup merangkum biografi kepenyairan almarhum yang kritis, religius, sekaligus melankolis.

read more

Jeda

820 510 buruan

Rubrik JEDA menyajikan feature yang menjadikan karya sastra sebagai titik tolak.

read more

Mengenang Penyair Ahmad Syubbanuddin Alwy (1962 – 2015)

820 510 Rendy Jean Satria

“Kuiikuti cahaya-cahaya yang datang menjemputku, merenungi sunyi pertapaanku. Dalam jiwaku yang khusyuk dan mabuk kilau syahadatmu” (Ahmad Syubbanuddin Alwy, Katarsis)  Untuk pertama kalinya saya mengenal karya penyair Ahmad Syubbanuddin Alwy…

read more

Puisi, Jeda Sebuah Kota

820 510 Rendy Jean Satria

Mungkin benar, perkataan penyair terbesar Amerika, Allen Ginsberg “bahwa puisi bisa menjadi renungan di manapun dan kapanpun, cocok dibaca dalam waktu sesingkat-singkatnya. Karena mediumnya yang sangat pendek”. Akan lebih memberi…

read more