Hansip Monoy Kini Tugas di Thailand

1776 1314 Yussak Anugrah

Sebelum Hansip atau Linmas dihapus Presiden Republik Indonesia menjelang akhir kekuasaannya, Kang Monoy atau kadang disebut Hansip Monoy telah hijrah ke negeri Gajah Putih. Di negeri itu dia dipercaya menjaga Indonesian Corner, sebuah ruangan yang menyimpan beberapa informasi tentang Indonesia dan produk kebudayaannya di perpustakaan Universitas Mae Fah Luang.

Hansip Monoy yang saya maksud adalah adalah wayang golek yang diberi baju Hansip atau Linmas. Sebelum hijrah, Kang Monoy berdinas di rumah tuannya, Ki Dalang Opick A. Sunandar Sunarya. Dan, jika ki dalang berdinas ke luar kota, Kang Monoy pun diajak untuk menertibkan dua kubu para wayang yang selalu berseteru sehingga perjalanan menjadi aman dan nyaman. Tepuk tangan untuk kang Monoy.

Hansip Monoy bersama mahasiswi Universitas Mae Fah Luang. (Foto: Yussak Anugrah)

Hansip Monoy bersama mahasiswi Universitas Mae Fah Luang. (Foto: Yussak Anugrah)

Sebenarnya, alasan utama kang Monoy hijrah bukan karena dia sudah mencium gelagat profesi Hansip atau Linmas akan dihapus presiden. Tetapi karena saya meminta ijin kepada tuannya, Ki Dalang Opick untuk melepaskan dia dari tugasnya di kerajaan wayang dan memulai tugas barunya menjaga ketertiban dan keamanan di Indonesian Corner.

Bukan hanya itu, dengan hadirnya dia di Indonesian Corner, pengunjung akan tahu bahwa di luar pengaman dan penjaga masyarakat serta lingkungan dari kalangan sipil, seperti satpam yang kini disalurkan oleh beberapa perusahaan outsourching, ada juga pengaman dan penjaga masyarakat serta lingkungan seperti kang Monoy.

Akhir kata dari saya ucapkan selamat bertugas untuk kang Monoy, jagalah ketertiban dan keamanan lingkungan Indonesian Corner dengan penuh dedikasi. Merdeka![]

Editor: Opet

Sumber foto: Yussak Anugrah

Yussak Anugrah

Yussak Anugrah

Pernah mengajar Bahasa Indonesia di Universitas Mae Fah Luang, Chiang Rai, Thailand. Saat ini dia sedang merintis sebuah ruang baca, seni, dan budaya bernama Rumah Baca Manyar di kampung Seuseupan, desa Sindangsari, Ciranjang-Cianjur.

All stories by:Yussak Anugrah
Yussak Anugrah

Yussak Anugrah

Pernah mengajar Bahasa Indonesia di Universitas Mae Fah Luang, Chiang Rai, Thailand. Saat ini dia sedang merintis sebuah ruang baca, seni, dan budaya bernama Rumah Baca Manyar di kampung Seuseupan, desa Sindangsari, Ciranjang-Cianjur.

All stories by:Yussak Anugrah
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.