Bloomsday: Menghidupkan Kembali Ulysses

820 821 Ilham Miftahuddin

Setiap tanggal 16 Juni, Joycean di seluruh dunia berkumpul sejak jam 8 pagi di Dublin, Irlandia, untuk merayakan festival Bloomsday. Bloomsday merupakan salah satu festival sastra paling semarak. Tahun 2019 adalah penyelenggaraan ke-59 Bloomsday.

Ulysses karya James Joyce menceritakan suatu hari (16 Juni 1904) dalam kehidupan tokohnya, Leopold Bloom. Dari situlah, festival membaca ulang Ulysses karya James Joyce bermula. Pada festival ini, para Joycean berdandan semirip mungkin dengan para tokoh cerita, memakan santapan yang disebutkan dalam buku, dan berkeliling kota Dublin untuk menziarahi setiap tempat yang disebutkan dalam novel.

James Joyce pertama kali menerbitkan Ulysses pada ulang tahunnya yang ke-40, 2 Februari 1922. Meskipun ceritanya berlatarkan tempat di Dublin, Ulysses ditulis Joyce di tiga kota Eropa, yaitu Paris, Zurich, dan Trieste. Ulysses ditulis antara tahun 1914-1921, di mana Perang Dunia I sedang berlangsung. Ada satu kelakar Joyce saat ia ditanya tentang apa yang ia lakukan saat perang dunia berlangsung, “Aku menulis Ulysess. Kamu?”

Sebagai novel, Ulysses pertama kali diterbitkan oleh Sylvia Beach dengan Shakespeare and Company-nya. Sebelumnya, Ulysses diterbitkan dalam bentuk seri oleh The Little Review dari tahun 1918.

Ulysses ditulis dengan keahlian yang luar biasa secara teknik dan linguistik. Karya yang luar biasa kaya, ia adalah anti-novel, fantasi, dan epik; James Joyce sendiri menyebutnya “sejenis ensiklopedia”.1 T.S. Eliot berkomentar, “Ulysses gives a shape and siginificance to the immense panorama of futility and anarchy which none of us can escape and to which all of us are in debt.” Ulysses pada dasarnya sebuah karya eksperimental yang sangat radikal di zaman modern.

Ulysses memperkenalkan teknik stream-of-consciosness secara luas ke publik sastra. Teknik ini sebelumnya digunakan oleh pengarang Perancis Edouard Dujardin dalam novel Lauriers sont coupés (1880). Ulysses juga mengambil skema sastra klasik The Odyssey karya Homer.

Tak sedikit yang menilai Ulysses sebagai novel tersulit dan paling menantang untuk dibaca. James Joyce sendiri pernah berkomentar soal ini: “Aku memasukkan banyak enigma dan puzzle demi membuat para profesor (dalam bidang sastra) sibuk berdebat selama berabad-abad tentang apa yang kumaksud, dan itu satu-satunya jalan untuk memastikan keabadian.”2

Selain merupakan latar waktu cerita Ulysses, 16 Juni 1904 juga merupakan hari kencan pertama James Joyce dengan istrinya, Nora Bernacle. Mereka berjumpa setelah ibu James Joyce meninggal dan memaksa Joyce yang sedang berada di Paris untuk pulang kampung. James Joyce dan Nora Bernacle pertama kali berjumpa di Hotel Finn, Dublin.

Banyak sumber yang menyebutkan bahwa James Joyce menulis Ulysses untuk istri tercintanya. Uniknya, Nora Bernacle tak pernah membaca Ulysses. Dia tak suka membaca novel dan lebih senang membaca surat-surat cinta yang “agak nakal” dari James Joyce.

Tak selamanya, Ulysses begitu dicintai dan diterima secara luas oleh publik pembaca sastra. Amerika Serikat melarang penerbitan Ulysses selama lebih dari satu dekade. Di Inggris, Ulysses dicekal hingga tahun 1930an. The Dublin Review pernah sekali waktu menulis bahwa membaca Ulysses merupakan dosa besar yang muskil diampuni Tuhan.

Namun, hari ini Ulysses dianggap sebagai karya sastra yang penting untuk dibaca. Di akhir abad ke-20, Ulysses menduduki peringkat pertama dalam 100 novel terbaik versi Random House. Bloomsday sendiri bukan sekadar festival untuk mengenang sebuah karya sastra, melainkan sebuah cara untuk membuat Ulysses hidup. Dan seperti ungkapan James Joyce di atas, seolah-olah Leopold Bloom, Marion Bloom, Stephen Dedalus, dan bahkan James Joyce sendiri tak pernah mati.[]

Catatan kaki:
1. Selected Letters of James Joyce, ed. Richard Ellman (London: Faber and Faber) 1975, hlm. 271.
2. Ulysses, James Joyce (Hertfordshire: Wordsworth Editions), 2010, hlm. v.

Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.