Posts By :

Yopi Setia Umbara

Yopi Setia Umbara

Yopi Setia Umbara

Pendiri Buruan.co. Menulis puisi, esai, dan naskah drama. Buku kumpulan puisi pertamanya "Mengukur Jalan, Mengulur Waktu" (2015).

Mengunjungi Kampung Atheis

820 820 Yopi Setia Umbara

Mengunjungi kampung Panyeredan yang jadi model tempat novel Atheis karya Achdiat K. Mihardja.

read more

Mengagumi Pak Nur Khalim

820 462 Yopi Setia Umbara

Di zaman kiwari, banyak sebab yang membuat seseorang menjadi pemarah. Tekanan kerja, persoalan sosial, tuntutan ekonomi, plus semrawutnya isu politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres), membuat kebanyakan orang di negeri ini…

read more

TubuhDANG TubuhDUT: Bergerak dengan Hati

820 462 Yopi Setia Umbara

Ayu Permata Sari mencoba keluar dari kejenuhan menari dengan pikiran. Sebagai penari, selama ini ia merasa menari dengan pikiran, menghafal gerakan, mengingat hitungan, dan sebagainya dan sebagainya. Melalui “TubuhDANG TubuhDUT”,…

read more

Giliran Generasi Milenial

820 820 Yopi Setia Umbara

Semoga duet generasi milenial ini dapat memimpin sputnik Buruan.co melesat lebih jauh dari sebelumnya.

read more

Satu Peristiwa dalam Puisi

820 820 Yopi Setia Umbara

Bait pertama sajaknya adalah satu peristiwa yang membuat saya dapat membayangkan sebuah suasana dalam puisi yang digambarkan oleh Ardian.

read more

Rindu dan Kelemahannya

820 820 Yopi Setia Umbara

Sajak ini tampaknya ingin menyatakan perasaan rindu tak tertahankan lagi.

read more

Yang Muram dan Yang Riang

820 820 Yopi Setia Umbara

Baris-baris pendek pada tiap sajaknya cukup membangkitkan kesan riang.

read more

Dionysus: Pertarungan Kaum Beriman dengan Penguasa

820 820 Yopi Setia Umbara

Dalam “Dionysus” adaptasi Suzuki, konflik yang ditampilkan bukan perseteruan manusia dengan dewa (Pantheus vs Dionysus) belaka.

read more

Kosong dan Banal

820 820 Yopi Setia Umbara

Seperti halnya ruang kosong. Sajak ini terasa hampa seperti perasaan aku lirik yang ditinggal seseorang yang dipujanya.

read more

Catatan Harian yang Puitik

820 820 Yopi Setia Umbara

Sesuatu yang unik dari kedua sajak ini, yang saya rasakan sebagai sebuah catatan harian, adalah sajak-sajak ini penuh dengan semangat memberi petuah.

read more