Antri Demi GEM Car

1984 1208 Yussak Anugrah

Antri Menunggu GEM Car di depan Asrama Universitas Mae Fah Luang. (Foto: Yussak Angurah)

Antri Menunggu GEM Car di depan Asrama Universitas Mae Fah Luang. (Foto: Yussak Angurah)

Beginilah pemandangan setiap pagi di depan asrama kampus Universitas Mae Fah Luang, Chiang Rai, Thailand. Setiap hari, pada jam 08.00-09.00 pagi waktu Chiang Rai, mahasiswa, staf, dan pengajar yang tidak punya kendaraan pribadi, antri menunggu mobil listrik yang siap mengangkut kami ke tempat kuliah juga kantor. Pada jam-jam tersebut memang waktu yang padat, sehingga dengan segala kebesaran hati, kami harus rela berdiri berbaris seperti bebek.

Masyarakat di sini—komunitas pengguna mobil listrik—menyebut kendaraan umum itu dengan “GEM Car”. Kemungkinan besar GEM Car adalah singkatan dari General Electric Mobile. Sebutan lain untuk mobil ini adalah “EVT”, maaf untuk singkatan dari EVT saya belum tahu. Mereka, biasa pula menyebut angkutan publik ini dengan Green Car, mungkin karena bahan bakar mobil ini tidak menggunakan bensin.

Tentu ada alasan mengapa saya membahas foto ini ke dalam secuil tulisan, yaitu tentang ketertiban dan kedisiplinan. Kamu bisa melihat mereka antri dengan rapi, tidak bergerombol. Setiap orang yang baru datang, dengan sadar segera menempatkan diri di barisan terakhir. Bilamana GEM Car (mobil listrik) datang, barisan paling depan akan naik, setelah sebelumnya mendekapkan tangan dan mengucap terima kasih kepada Pak Supir.

Antrian tetap tertib. Barisan di belakangnya perlahan maju, jika masih ada tempat kosong di GEM Car, berarti itu rejeki mereka. Yang perlu dicatat di sini adalah, mau “cakep” atau tidak (laki-laki atau perempuan), mereka tidak berusaha untuk memelas agar didahulukan naik angkutan tersebut.

Pendek kata, mereka sadar bahwa semua orang membutuhkan jasa angkutan tersebut, jadi tidak ada satupun yang merasa lebih istimewa. Jika ingin lebih cepat, biasanya mereka akan memanggil teman mereka yang punya motor atau mobil untuk menjemput mereka, bukannya galau atau manyun karena tidak kebagian tempat di GEM Car.

Saya pikir tidak adil kalau hanya menampilkan foto antrian mahasiswa dan staf atau pengajar yang tidak atau belum punya kendaraan pribadi di dalam tulisan ini. Tetapi harap Anda sabar dulu, karena saya masih ingin bercerita tentang mobil tersebut.

GEM car Mae Fah Luang University, Chiang-Rai, Thailand. (Foto: Yussak Anugrah)

GEM car Mae Fah Luang University, Chiang-Rai, Thailand. (Foto: Yussak Anugrah)

GEM Car mampu menampung 14 orang, tentu saja Pak Supir ada dalam hitungan tersebut, jadi jumlah penumpang yang bisa ditampung adalah 13 orang. Setiap baris kursi bisa ditempati oleh tiga penumpang, kecuali baris di samping Pak Supir yang hanya bisa ditempati satu penumpang.

Penting untuk diingat, mereka tidak memaksakan diri untuk duduk, jika setiap baris kursi sudah terisi oleh tiga orang penumpang. Hal itu berlaku bagi yang berbadan kecil juga yang berbadan tidak lebih kecil. Mereka memilih menunggu GEM Car berikutnya. Nah, rupanya ini yang mereka tunggu….

Demikian catatan saya di kala senggang mengenai kendaraan umum di kampus Universitas Mae Fah Luang. Sampai ketemu dengan catatan lainnya ya. Salam.[]

Sumber Foto: Yussak Anugrah

Yussak Anugrah

Yussak Anugrah

Pernah mengajar Bahasa Indonesia di Universitas Mae Fah Luang, Chiang Rai, Thailand. Saat ini dia sedang merintis sebuah ruang baca, seni, dan budaya bernama Rumah Baca Manyar di kampung Seuseupan, desa Sindangsari, Ciranjang-Cianjur.

All stories by:Yussak Anugrah
Yussak Anugrah

Yussak Anugrah

Pernah mengajar Bahasa Indonesia di Universitas Mae Fah Luang, Chiang Rai, Thailand. Saat ini dia sedang merintis sebuah ruang baca, seni, dan budaya bernama Rumah Baca Manyar di kampung Seuseupan, desa Sindangsari, Ciranjang-Cianjur.

All stories by:Yussak Anugrah
Privacy Preferences

When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in the form of cookies. Here you can change your Privacy preferences. It is worth noting that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we are able to offer.

Click to enable/disable Google Analytics tracking code.
Click to enable/disable Google Fonts.
Click to enable/disable Google Maps.
Click to enable/disable video embeds.
Our website uses cookies, mainly from 3rd party services. Define your Privacy Preferences and/or agree to our use of cookies.